BUAH bekul (bidara) super mungkin belum semua masyarakat mengetahuinya, apalagi mencicipinya. Berbeda dengan buah bekul pada umumnya yang berukuran sebesar kelereng dengan rasa yang asam. Bekul super ini ukurannya lebih besar dan sebesar apel manalagi,  berwarna hijau sangat cerah berkilat seperti apel impor, daging buahnya renyah ketika digigit dan rasanya manis. Semua hal tersebut membuat bekul super ini menjadi primadona di kalangan buah lokal.

Bekul super ini baru dikembangkan di Desa Banjar, Kabupaten Buleleng oleh I Made Budiarta, sejak 2007. “Awalnya sulit sekali memasarkan bekul ini, karena orang kaget melihat bekul begitu besar. Setelah saya berikan mencicipi dan merasakan bagaimana rasanya bekul yang kita budidayakan di daerah Banjar ini ternyata banyak yang berminat,” katanya.

Dari sana akhirnya, dia terus mengembangkan bekul super dari awalnya hanya memiliki 9 pohon saja hingga saat ini kebunnya mencapai 1,7 hektar.

Pemeliharaan bekul super ini sangat gampang, tidak membutuhkan banyak biaya, hama tidak terlalu banyak. Tetapi nilai jual justru lebih tinggi dari pada buah lokal lainnya. “Dari penampilan bekul ini sangat bagus, dari segi rasa juga enak. Kalau saya merasakan bekul ini lebih enak dari apel dan dari pir yang didatangkan dari luar negeri, sehingga para konsumen pun sekarang sudah mulai berminat mengkonsumsi bekul ini,” ungkapnya.

Pohon bekul ini sudah bisa berbuah, 3-4 bulan setelah dipindahkan ke lahan, bila dipelihara dengan baik. “Apalagi kalau sudah diberi pupuk kandang, karena kami dominan menggunakan pupuk kandang agar buah yang  dihasilkan berkualitas dari segi kesehatan aman untuk dikonsumsi,” katanya. (pur)

BAGIKAN