Kerajinan ’’Keben’’ Berbahan Dasar Koran kian Diminati Masyarakat

63
Berbagai jenis keben yang terbuat dari koran bekas dipamerkan di PKB. (wid)

Denpasar (Bisnis Bali) – Berbagai jenis keben yang dipakai umat Hindu sebagai sarana upakara,  banyak ditemukan di pasaran. Dengan beraneka ragam pilihan yang biasanya berbahan dasar bambu,  fiber hingga rotan mampu menarik minat masyarakat, termasuk pula yang berbahan dasar kertas Koran, belakangan ini kian diminati.

Salah satu stan Pesta Kesenian Bali (PKB), memajang berbagai kerajinan berbahan dasar koran nampak ramai dikunjungi. Penjaga stan, Ni Wayan Miasa,  saat ditemui Jumat (30/6) mengatakan, kerajinan keben yang ditawarkannya memang memiliki keunikan, yaitu berbahan dasar barang bekas.

Meskipun berbahan dasar barang bekas yaitu koran,  dia mengatakan, jenis keben ini cukup kuat dan memiliki nilai seni yang tinggi, sehingga tidak heran jika kerajinan ini banyak diminati. “Pada pameran ini,  hingga 10 keben bisa laku per harinya.  Hanya saja saat ini kami masih kewalahan modal untuk mengembangkan usaha ini di tengah banyaknya permintaan,” katanya sambil menjelaskan, pameran yang diikuti atas perhatian Pemkab Tabanan.

Ni Wayan Miasa yang bermukim di Banjar Pande, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan mengaku, awalnya keben dari bahan dasar koran itu dibuat olehnya karena termotivasi oleh para perajin keben yang dia lihat. “Awalnya saya termotivasi melihat keben buatan orang lain, lalu mencoba membuat keben sendiri untuk saya pribadi. Ternyata bagus, dan ada beberapa tetangga yang suka serta memesan kepada saya, sejak itu saya menekuni pembuatan keben ini, dan suami pun ikut mengembangkan kerajinan ini,” ungkapnya.

Ni Wayan Miasa  menjelaskan, dalam proses pembuatan keben dari kertas koran ini,  yaitu dimulai dari menggiling koran hingga kaku, agar lebih kuat dan tahan air. Perakitan keben tersebut,  dikatakannya,  mengunakan lem G, yang selanjutnya dibentuk dan dilapisi pernis berwarna-warni agar terlihat menarik.

Dia mengatakan, produksi keben ini dilakukan langsung di rumahnya sendiri yang membutuhkan waktu cukup lama untuk memprosesnya. “Untuk membuat keben itu membutuhkan waktu 3 hari untuk menyelesaikan satu, yang pembuatan keben lama diproses penggilingan korannya.  Hal ini karena kami masih belum punya mesin penggilangan koran dan kendalanya dalam bisnis ini cuma modal,” ungkapnya.  (wid)

BAGIKAN