Bupati Suwirta Kunjungi Pelaksanaan Ngaben Massal di Nusa Penida  

38
Bupati Suwirta pada salah satu kunjungannya.   (humas)

Semarapura (Bisnis Bali) – Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta, didampingi Ny. Ayu Suwirta, mengunjungi sejumlah desa di Kecamatan Nusa Penida  jelang pelaksanaan ngaben massal yang akan dilaksanakan Minggu (2/7) mendatang. Kunjungan yang dilakukan pada Kamis (29/6) lalu, bertujuan memberi dukungan serta meninjau persiapan upacara ngaben massal.

Dalam kunjungan ini, Bupati Suwirta mengatakan, kegiatan ini juga untuk menunjukkan  kepedulian pemerintah yang mampu hadir di tengah masyarakat yang sedang melaksanakan upacara yadnya.  “Upacara manusa yadnya ngaben massal ini rutin diselenggarakan sebagian besar desa adat di Kabupaten Klungkung. Selain sangat berguna untuk meringankan beban biaya, ngaben yang dilakukan secara massal juga dapat meringankan beban pekerjaan dan tentunya meningkatkan rasa gotong-royong, serta merekatkan rasa kekeluargaan antar warga desa,” ungkapnya.

Dalam perjalanannya kali ini, Bupati Suwirta mengunjungi 4 lokasi ngaben massal, diantaranya di Br. Sampalan dan Br. Mentigi Desa Batununggul, dilanjutkan ke Br. Baledan dan Br. Klumpu di Desa Klumpu. Dia menjelaskan, seluruh kelompok ngaben massal ini rutin melaksanakan ngaben massal setiap 5 tahun sekali, dan puncak pengabenan pada tahun ini akan dilaksanakan di setra masing masing.

Ngaben massal Pratisentana Dewa Kulit Br. Sampalan Desa Batununggul Nusa Penida, diikuti oleh 7 sawa, dengan seluruh Kepala Keluarga (KK) di Br. Sampalan berjumlah 55, dikenai iuran Rp 4 juta untuk kelangsungan upacara ini. Sementara itu di Br.  Mentigi Desa Batununggul, upacara ngaben massal pasemetonan Dewa Karang diikuti 30 sawa. Masing masing sawa dikenakan iuran Rp 10 juta.

Selanjutnya, pada upacara Pitra Yadnya Pasemetonan pratisentana sira arya Kebontubuh, Br. Baledan Desa Klumpu diikuti 31 sawa yang masing masing sawa dikenakan iuran Rp 15 juta. Terakhir, upacara pitra yadnya di Br. Klumpu Desa Klumpu, diikuti oleh 40 sawa dengan iuran yang dikenakan pada masing-masing sawa sebesar RP 7 juta. Di Br. Klumpu ini tampak sudah berjajar puluhan sarana ngaben berupa Wadah, Bade, Lembu dan Singa, berjajar rapi siap untuk diberangkatkan. (wid)

BAGIKAN