PKB Etalase Promosi Budaya

21
ETALASE - PKB merupakan etalase promosi budaya di dunia internasional.  (gun)

Siapa tak kenal Pesta Kesenian Bali (PKB) yang digelar rutin setiap tahun di Taman Budaya Art Center, Denpasar. PKB yang merupakan ajang pelestarian dan pengembangan seni budaya daerah ini dapat dikatakan makin berkembang seiring dinamika global sekaligus sebagai etalase promosi budaya Bali di dunia Internasional. Apa saja indikator penguatnya? 

PKB merupakan wadah aktivitas dan kreativitas para seniman dalam upaya ikut mendukung program Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali dalam hal penggalian, pelestarian dan pengembangan nilai-nilai seni budaya Bali yang adiluhung dan bermartabat. PKB juga merupakan upaya bersama atau demokrasi budaya masyarakat Bali yang diwujudkan dalam bentuk persembahan karya cipta seni terbaik. Di dalamnya ada kekuatan pikiran dalam mencipta, karsa, dan karya guna melahirkan budaya yang kuat dan berkarakter sekaligus menjadi jati diri orang Bali itu sendiri yang sanggup menghadapi derasnya arus globalisasi. Jati diri berkesenian dalam wujud persembahan terbaik adalah salah penguat PKB secara universal. Selain itu tentu saja masih ada penguat-penguat lainnya yang tak kalah strategis. Itu karena penyelenggaraan PKB  tak menutup partisipasi pihak luar bahkan asing. Ini takkan bisa berjalan optimal jika secara ekonomi tak disokong pendanaan yang kuat dan berkesinambungan sebagai indikator vital selain ketersediaan sumber daya manusia (SDM) pengelola yang mumpuni. Tujuannya bukan saja mampu merangsang inovasi peserta PKB namun juga kreatif dan mahir dalam meluaskan dan bahkan memviralkan promosi PKB di dunia. Hal itu penting karena dalam perjalanan waktu yang panjang pelaksanan PKB dari tahun 1979 – sekarang sudah tentu telah banyak tantangan dan peluang yang perlu disikapi menuju perubahan-perubahan ke arah lebih baik tentunya.

Almarhum Ida Bagus Mantra sebagai penggagas dan yang memprakarsai PKB, dengan dasar penyelenggaraan PKB yakni Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 07 Tahun 1986  telah memberikan kesempatan untuk menampilkan karya-karya seni terbaik, sebagai wahana pembinaan, pelestarian dan pengembangan seni budaya masyarakat.

Praktisi ekonomi dan budaya Ida Ayu Indra Kondi S. Wananjaya menyampaikan seni budaya yang ada di PKB patut diapresiasi dunia. Itu karena seiring kemajuan promosi digital sangat mudah bagi wisatawan untuk mengaksesnya. Lebih-lebih PKB jadi salah satu etalase promosi budaya tentu tak bisa lepas dari pariwisata Bali yang termasyur di dunia. Ini juga kekuatan Bali dalam bersaing pada era global. Dengan sajian promosi yang baik diyakini PKB akan makin mendunia.

Ketua Kadin Denpasar, Nugra Artana menyampaikan, keterlibatan seniman luar Bali dan bahkan asing di PKB akan makin meningkatkan keragaman tampilan PKB di dunia. Konsep Ulun Danu sebagai tema PKB ke-39 tahun ini tentu sangatlah tepat karena air sebagai sumber kehidupan harus dilesterikan. Ketersediaan air yang cukup bukan saja mampu menggerakkan sektor pariwisata juga sektor perekonomian lainnya. Tentu saja masih banyak filosofis air yang bisa dipentaskan dalam pertunjukan seni di PKB. (gun)

BAGIKAN