Berbahaya, Koperasi Diklaim Milik Pengurus

35

Denpasar (Bisnis Bali) – Pemilik koperasi adalah anggota, bukan pengurus. Namun, disinyalir masih banyak pengurus selaku pengelola koperasi mengklaim sebagai pemilik koperasi yang dikelolanya.

“Ketika pengurus mengklaim sebagai pemilik koperasi, anggota dan masyarakat umum dianggap sebagai nasabah. Jika ini terjadi, maka akan sangat berbahaya. Selain koperasinya sulit berkembang, bisa saja terjadi permasalahan yang besar dan mengakibatkan koperasi bangkrut,” kata praktisi koperasi, I Made Sudana, S.E., belum lama ini.

Ia menambahkan, saat ini masih banyak koperasi yang dikelola pengurus menganggap adalah miliknya, karena setiap keputusan, pengurus tidak memerlukan keputusan anggota sebagai pemilik koperasi. Kemudian juga masih banyak koperasi memutuskan suku bunga tinggi kepada anggota dan masyarakat, karena program yang dibuat tidak berdasarkan keputusan anggota.

”Sesuai aturan perundang-undangan, koperasi adalah milik anggota. Sebelum koperasi berdiri pada saat permohonan badan hukumnya, semua pendiri yang diajukan namanya ke Dinas Koperasi dan kemudian dilanjutkan dibuatkan akte notaris adalah anggota pendiri. Kemudian anggota menunjuk pengurus untuk mengelola koperasi yang dibuat,” katanya.

Menurut Sudana, wajib apa yang dijalankan mendapatkan persetujuan dari anggota. Paling tidak sesuai aturan, 50 persen plus 1 anggota setuju baru pengurus dapat menjalankan programnya. (sta)

BAGIKAN