Disokong PHR, PKB Menuju Pesta Kesenian Dunia

24
Parade dan pertunjukan yang ditampilkan dalam ajang PKB mesti di format lebih mendunia dengan dukungan dana PHR. (kup)

Denpasar (Bisnis Bali) – Pariwisata Bali sudah memiliki pendapatan dari pajak hotel dan restoran (PHR). Dewan Pembina Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Bali, Bagus Sudibya, Senin (26/6) mengatakan dana PHR ini mesti didedikasikan untuk mendanai Pesta Kesenian Bali (PKB) menuju pesta kesenian dunia.

 Diungkapkannya, pelaksanaan PKB sudah dipersiapkan dan dipikirkan para pakar, budayawan dan pemerhati di bidang budaya terdahulu. Ini termasuk pemikiran pengembangan pariwisata Bali yang sangat selaras dengan konsep pariwisata budaya.

Ia menjelaskan pelaksanaan PKB ke-39  dihadapkan pada beragam peluang dan tantangan baik dalam tataran lokal, nasional dan maupun global. Salah satu tantangan dimaksud adalah pengembangan PKB menuju Pesta Kesenian Dunia. PKB merepresentasikan karya unggulan dengan ruang lingkup yang berskala internasional.

Konsul Kehormatan Afrika Selatan untuk Bali ini memaparkan pelaksanaan PKB ini mesti didukung publikasi, marketing dan produk berkualitas. Ini termasuk penampilan parade dan pertunjukan yang berkualitas. “Yang tidak kalah penting diperlukan masalah pendanaan,” ucapnya.

Produk PKB yang berkualitas akan mendorong persepsi yang baik di mata masyarakat lokal, nasional dan masyarakat internasional. PKB dikemas menjadi suatu hal yang sangat menarik sehingga dengan sendirinya mereka berbondong -bondong datang menyaksikan PKB.

Terkait pendanaan PKB, pariwisata Bali memiliki potensi dana PHR Rp 10 triliun tiap tahun dipungut pemerintah kabupaten/ kota. Dari PHR Rp 10 triliun ini jika 1 persen saja didedikasikan untuk pelaksanaan PKB, maka PKB akan didukung Rp 100 miliar dari hasil pungutan PHR di Bali. Dana PHR dapat digunakan mendanai PKB sehingga menjadi lebih besar. (kup)

BAGIKAN