BI Apresiasi Positif Pemberlakuan Uang Elektronik di Jalan Tol  

10

Denpasar (Bisnis Bali) – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Bali mengapresiasi positif penggunaan uang elektronik atau transaksi nontunai di tol Bali Mandara pada 1 Oktober 2017 mendatang. BI berharap sistem dipersiapkan lebih matap termasuk kesiapan mental masyarakat untuk tidak lagi menggunakan uang tunai saat masuk jalan tol.

“Mulai 1 Oktober penerapan transaksi di jalan tol tidak hanya di Bali, namun secara nasional,” kata Kepala KPw BI Bali, Causa Iman Karana di Renon.

Menurut Causa, kesiapan mental yaitu mengubah kebiasaan dan pola pikir masyarakat agar mau menggunakan uang elektronik dalam setiap transaksi, terlepas dari berbagai kepentingan. Sementara secara teknis, transaksi nontunai di jalan bebas hambatan tidak ada masalah. Intinya, sistem yang digunakan sebaiknya bisa berjalan optimal atau jangan sampai menimbulkan masalah baru ke depannya.

“Sistem dalam arti pihak pengelola tol Bali Mandara bagaimana supporting-nya termasuk masyarakat yang ingin melakukan top-up agar tidak ada kendala,” ujarnya.

Top-up perlu diperhatikan karena tidak dipungkiri jika masyarakat ingin melakukan top-up masih terkendala adanya keterbatasan tempat. Termasuk persoalan rekonsiliasi yang terdiri dari beberapa bank yang benar-benar harus dipersiapkan. Itu semua perlu persiapan yang baik, karena jangan sampai ketika pengguna akan melalui jalan tol dan melakukan taping, listrik tiba-tiba padam, padahal transaksi sudah berlangsung. Bila listrik mati tentu itu tidak tercatat di bank yang bersangkutan.

Keadaan ini, kata Causa tentu akan memakan waktu untuk menelusurinya terutama saat laporan akhir antara pihak Jasa Marga dan perbankan. Masalah teknis tersebut umumnya akan terjadi selisih atau data hilang. Masalah rekonsiliasi inilah, imbuhnya yang masih menjadi isu diperbankan sehingga harus segera diselesaikan. Alasannya, investasi untuk penggunaan uang elektronik ini memang cukup mahal, makanya hanya bank-bank besar seperti BNI, BRI, Mandiri, dan BCA saja yang saat ini mampu untuk menerapkan uang elektronik dengan berbagai macam nama produk mereka.(dik)

BAGIKAN