Tetap Terjaga, Stabilitas Sistem Keuangan Bali

11

Denpasar (Bisnis Bali) – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Bali mencatat stabilitas sistem keuangan Bali masih cukup terjaga pada triuwlan I 2017, terutama dari ketahanan sektor rumah tangga. Dari sektor korporasi, meskipun eksposur kredit perbankan hanya 31,7 persen dari total kredit di Bali, kerentanan yang terjadi pada sektor koporasi tetap perlu diwaspadai.

Kepala KPw BI Bali, Causa Iman Karana di Renon, Jumat (23/6) kemarin mengatakan, tingkat konsumsi masyarakat masih cukup tinggi, perilaku berutang masih normal dan risiko kredit masih terjaga, berdampak minimal pada kerentanan sistem keuangan.

Hal tersebut terjadi karena kondisi keuangan sektor rumah tangga menjadi eksposur dominan kredit perbankan di Bali juga dipengaruhi oleh kinerja sektor korporasi.

“Masih kuatnya ekonomi domestik mendukung ketahanan stabilitas keuangan di Bali,” katanya.

Menurutnya, perkembangan penyaluran kredit UMKM menunjukkan peningkatan terlihat dari laju pertumbuhan kredit UMKM yang mengalami peningkatan dari semula tumbuh 16,31 persen (yoy) pada triwulan IV 2016 menjadi 16,79 persen (yoy) di periode laporan. Peningkatan laju penyaluran kredit UMKM didorong oelh peningkatan penyaluran kredit di katagori jasa-jasa seiring dengan peningkatan kinerja industri pariwisata yang semula tumbuh 26 persen (yoy) pada triwulan sebelumnya menajdi 38,3 persen (yoy).

“Perkembangan tersebut juga diiringi oleh masih terjaganya kualitas kredit UMKM (NPL) di bawah treshold 5 persen yaitu 3,4 persen,” ujarnya. (dik)

BAGIKAN