Triwulan III 2017 Pertumbuhan Ekonomi Bali Diperkirakan 6,59 Persen

13
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Bali, Causa Iman Karana

Denpasar (Bisnis Bali) – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Bali memperkirakan pertumbuhan ekonomi di Pulau Dewata pada triwulan III 2017, akan mengalami peningkatan di kisaran 6,19-6,59 persen (yoy). Dari sisi permintaan, peningkatan terutama didorong oleh sebagian besar komponen, terutama konsumsi, investasi dan ekspor luar negeri.

“Sementara dari sisi penawaran, peningkatan didorong oleh peningkatan kinerja sebagian besar lapangan usaha utama yaitu lapangan usaha penyediaan konstruksi, akomodasi makan dan minum, perdagangan besar dan eceran, serta transportasi dan pergudangan,” kata Kepala KPw BI Bali, Causa Iman Karana pada Diseminasi Kajian Ekonomi Regional Bali Mei 2017 dengan tema “Strategi dan Upaya dalam Meningkatakn Daya Saing Ekonomi Daerah untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi yang Berkualitas, Kamis (22/6) kemarin.

Menurutnya, dengan melihat data perkembangan terakhir tersebut, perekonomian Bali untuk keseluruhan pada 2017 diperkirakan akan mengalami perlambatan dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi Bali pada 2016 yang akan berada dalam kisaran 6,10-6,50 persen (yoy). Dari sisi permintaan, perkiraan perlambatan kinerja disebabkan oleh melambatnya kinerja beberapa komponen yaitu konsumsi rumah tangga dan investasi.

Sementara dari sisi inflasi Bali triwulan III 2017, Pak Cik biasa ia disapa menerangkan, masih akan melandai pada kisaran 3,3 persen plus minus 1 persen (yoy). Optimisme terjaganya inflasi pada periode tersebut seiring dengan relatif minimnya hari raya keagamaan pada triwulan III 2017.

“Meski demikian, masih terdapat potensi tekanan inflasi yang bersuber dari potensi peningkatan permintaan mengingat triwulan III 2017 merupakan periode peak season pariwisata,” ujarnya.

Dengan demikian inflasi Bali pada 2017 diperkirakan akan berada dalam kisaran 4 plus minus 1 persen (yoy) lebih tinggi dibandingkan dengan inflasi Bali pada 2016 yang mencapai 3,23 persen (yoy). Berdasarkan disagregasinya, tendensi peningkatan inflasi pada 2017 terutama bersumber dari administered prices dan volatile food. Sementara itu tekanan kelompok core inflation relatif stabil.

“Berdasarkan disagregasinya secara tahunan meningkatnya inflasi pada 2017 terutama bersumber dari kelompok administered prices dan volatile food, sementara itu tekanan kelompok core inflation diperkirakan masih stabil,” jelasnya. (dik)

BAGIKAN