Denpasar (Bisnis Bali) – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Bali kembali menggelar penukaran uang pecahan kecil (UPK) tahun emisi 2016 di Lapangan Puputan Badung (depan Museum Bali) pada 19 sampai 22 Juni 2017, setelah sebelumnya di Central Parkir Kuta. Dari penukaran UPK uang terbaru tersebut, pecahan Rp 10 ribu paling banyak peminatya.

“Tahun ini terjadi pergeseran permintaan. Bila tahun sebelumnya UPK pecahan mulai seribu rupiah, dua ribu rupiah hingga lima ribu rupiah yang banyak peminatnya, pada 2017 ini UPK pecahan Rp 10 ribu paling banyak peminatnya,” kata Kepala KPw BI Bali, Causa Iman Karana di Renon, Senin (19/6) kemarin.

Menurutnya, penukaran UPK terutama uang baru sepertinya sudah jadi tradisi tiap jelang Lebaran. Buktinya, minat masyarakat melakukan penukaran uang pecahan baru meningkat. Di Central Parkir Kuta misalnya, selama tiga hari penukaran UPK menembus Rp 4,5 miliar.

“Untuk di Lapangan Puputan sebelumnya dijadwalkan hingga 23 Juni, tetapi karena masuk libur nasional maka sampai 22 Juni 2017,” ungkapnya.

Kendati demikian Pak Cik (biasa ia disapa) menegaskan, bila animo masyarakat menukarkan uang meningkat maka akan ditambah jumlah uang pada akhir hari penukaran. Intinya BI akan melayani hingga tuntas, semua masyarakat harus terlayani. Demi pemerataan, jumlah penukaran/hari/orang maksimal Rp 4,4 juta dengan rincian pecahan 20.000 senilai Rp 2 juta, pecahan 10.000 senilai Rp1 juta, pecahan 5.000 senilai Rp 1 juta dan pecahan 2.000 senilai Rp 400 ribu.

“Proyeksi kebutuhan uang di masyarakat Bali menjelang Hari Raya Idul Fitri 1438 H mencapai Rp 3,17 triliun terdiri atas uang pecahan besar Rp 2,98 triliun dan uang pecahan kecil Rp184 miliar. Proyeksi ini meningkat 11,8 persen dari tahun sebelumnya Rp 2,84 triliun,” jelasnya.

Pemenuhan UPK akan dilayani melalui kegiatan layanan kas luar kantor antara lain melalui layanan kas keliling bersama perbankan, termasuk menambah titik lokasi penukaran. Jumlah loket perbankan yang tersedia 184 titik lokasi tersebar di seluruh kabupaten/kota di Bali. Jumlah loket ini naik 88 persen jika dibandingkan pada 2016 dengan 98 loket.

Sementara itu Wapinwil Bidang Operasional BRI Kanwil Denpasar, Arif Wicaksono mengatakan BRI juga melayani penukaran UPK di Lapangan Puputan Badung. Ia memprediksikan kebutuhan uang kecil Rp 281,2 miliar, dari kebutuhan pada 12-16 Juni mencapai Rp 74,760 miliar dan kebutuhan pada 19-23 Juni mencapai Rp 206,420 miliar. Sesuai ketentuan BI penukaran dibatasi hanya Rp 4,4 juta per nasabah.
Selain itu, BRI menyelenggarakan kegiatan bertajuk “BRI Peduli, Berbagi Bahagia Bersama BRI” di Kantor Wilayah BRI Denpasar pada Jumat (16/6). Kegiatan ini diwujudkan dalam bentuk pembagian 3.000 paket sembako gratis kepada masyarakat kurang mampu di wilayah Bali, Mataram dan Kupang, buka puasa bersama santunan kepada 200 anak yatim.

Pemimpin Wilayah BRI Denpasar yang mewilayahi Pulau Bali dan Nusa Tenggara, Dedi Sunardi mengatakan kegiatan seperti ini rutin dilaksanakan oleh bank sebagai wujud tanggung jawab sosial kepada masyarakat. Untuk Ramadhan kali ini, kegiatan bagi sembako gratis dilaksanakan di wilayah Bali,  Mataram dan Kupang. Untuk wilayah Bali, dipusatkan di 4 kabupaten/kota yaitu Denpasar, Singaraja, Negara, dan Karangasem dengan total 2.000 paket sembako.(dik)

BAGIKAN