Dibayangi NPL Tinggi April, Kinerja Perbankan Tergolong Wajar

14

Denpasar (Bisnis Bali) – Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 8 Bali Nusa Tenggara menilai kinerja perbankan di Bali masih tumbuh positif, meski rasio kredit bermasalah (NPL) mengalami kenaikan pada April 2017.

“Total NPL perbankan (bank umum, bank syariah dan BPR) memang tinggi pada April 2017 yang mencapai 3,41 persen dari sebelumnya Maret 3,2 persen. Kendati demikian, kinerja perbankan di Bali masih dalam katori wajar,” kata Kepala OJK Regional 8 Bali Nusra, Zulmi di Renon, Senin (19/6) kemarin.

Menurutnya, kinerja perbankan wajar karena masih mengalami pertumbuhan kendati tidak tinggi. Rasio NPL tidak serta merta menjadi tolak ukur kinerja perbankan. Kinerja perbankan tidak hanya dilihat dari NPL-nya karena banyak faktor atau rasio keuangan lainnya yang menentukan kinerja perbankan.

Itu terlihat dari total penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) perbankan Desember 2016-April 2017 mengalami pertumbuhan 2,33 persen year to date (ytd) atau naik lebih dari Rp 2 triliun yaitu Rp 87,8 triliun pada Desember 2016 menjadi Rp 89.93 triliun pada April 2017.

“Kalau year on year (yoy) April 2016-April 2017, DPK tumbuh 7,49 persen,” ujarnya.

Begitu pula dengan total pembiayaan kredit mengalami pertumbuhan 1,45 persen (ytd)  atau dari Rp 77,9 triliun pada Desember 2016 naik menjadi Rp 79,1 triliun pada April 2017. Sementara pertumbuhan kredit berdasarakan yoy naik 9,73 persen.

Zulmi menerangkan, tidak hanya bank umum konvensional dan BPR yang tumbuh, kinerja bank Syariah juga menggembirakan yaitu DPK naik 5,54 persen (ytd) dan 12,56 persen (yoy). Kredit juga naik 8,96 persen (ytd) pada Desember 2016-April 2017 dan 20,48 persen (yoy).

“Sudah terbayang bila kredit naik dan DPK juga naik ini berdampak ke LDR. LDR turun dari 88,7 persen per Desember 2016 menjadi 87.9 persen per April 2017 atau turun 0,77 persen,” paparnya. (dik)

BAGIKAN