Mendesak, Pembangunan Terminal Kargo di Gilimanuk

18

Belakangan ini bergulir wacana pembangunan terminal kargo di Gilimanuk untuk kendaraan yang memuat barang melebihi tonase. Sebagian besar masyarakat mendesak agar rencana itu segera diwujudkan. Kenapa demikian?

MASALAH dan dampak kelebihan muatan terhadap jalan dan jembatan sudah sangat kompleks. Selama ini pembangunan terminal kargo di Gilimanuk sudah lama diwacanakan oleh Pemerintah Kabupaten Jembrana.
Banyak dampak positifnya dengan pembangunan terminal kargo tersebut. Di antaranya menambah lapangan pekerjaan, jalan tidak akan rusak karena tidak ada kendaraan besar yang lalu-lalang di jalan Gilimanuk-Denpasar, serta meminimalisasi terjadinya kecelakaan lalu lintas.

Setelah dibangun terminal kargo itu, rencananya kendaraan yang membawa muatan melebihi tonase dikurangi lalu disimpan di terminal. Kemudian kendaraan yang lebih kecil mengambil barang itu untuk didistribusikan ke sejumlah daerah di Bali.
Menurut Wakil Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, sejumlah proyek mulai digeliatkan di Jembrana.  Di antaranya penataan taman di Patung Siwa Maha Dewa, pelebaran jalan nasional menjadi salah satu peninjauan, pengerjaan pasar induk Gilimanuk, lapangan Gilimanuk, hingga pembangunan terminal kargo serta renovasi terminal lama.
Wabup Kembang mengharapkan agar dalam penggarapan ini nantinya bisa mengedapankan arsitektur atau nuansa Bali. ”Selama ini orang masuk ke Bali melalui Pelabuhan Gilimanuk belum terasa ada di Bali. Ke depan kesan itu akan kami hilangkan, apalagi Gilimanuk ini masuk kawasan strategis nasional,” terangnya.
Karena masuk dalam kawasan strategis nasional, ada peran pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten dalam pembangunannya. “Kami tunjukkan agar atmosfer Bali bisa dirasakan saat menyeberang di Pelabuhan Gilimanuk,” terang Wabup Kembang.
Seperti penataan di Patung Siwa Maha Dewa, agar di areal tersebut selain mampu memberikan rasa indah dengan tamannya yang tertata apik, juga memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat khususnya di Kelurahan Gilimanuk. Dengan demikian orang yang masuk Bali akan merasakan atmosfer sudah menginjakkan kaki di Bali dan menarik untuk dikunjungi.
Wabup juga berharap ke depan dengan adanya kunjungan bisa memberikan kontribusi bagi peningkatan ekonomi masyarakat. Seperti dengan menyediakan tempat-tempat bagi para pedagang secara teratur dan  terkoordinir.
Hal  senada diungkapkan Wakil Gubernur Bali, Ketut Sudikerta. Katanya, dalam mendorong laju perekonomian daerah, pembangunan sarana infrastruktur mengambil peran penting dalam distribusi barang dan jasa (kargo).
“Terkait dengan pembangunan infrastruktur, rencananya kami akan membangun terminal kargo di Gilimanuk yang tertuang dalam Program Bali Mandara jilid II, dan start-nya akan kami mulai pada awal 2018,” ujar Wagub.
Dalam kesempatan ini, Wagub juga menjelaskan beberapa skema yang bisa ditawarkan pada para pengusaha jasa angkutan selain pembangunan sarana jalan, pembangunan pelabuhan peti kemas di Gilimanuk, hingga akses permodalan. “Dengan adanya berbagai skema ini, kami harapkan para pengusaha bisa memanfaatkannya semaksimal mungkin. Dengan akses yang bagus, berdirinya terminal peti kemas, para pengusaha ini tidak perlu lagi melalui Jawa, minimal mereka bisa menghemat biaya pengiriman yang selama ini jadi momok,’’ jelasnya. Di samping itu, para eksportir juga bisa berkembang lebih baik ke depannya. (aya)

BAGIKAN