April, NPL Kembali Naik Bank Umum 2,89 Persen dan BPR 7,07 Persen  

26

Denpasar (Bisnis Bali) – Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 8 Bali Nusa Tenggara kembali mencatat rasio kredit bermasalah atau nonperforming loan (NPL) di industri perbankan (bank umum, BPR dan bank syariah) masih bertengger tinggi pada caturwulan I 2017 ini. Total NPL perbankan di Bali pada April 2017 mencapai 3,41 persen naik tinggi dari Maret 2017 mencapai 3,2 persen.

“Salah satu penyebabnya masih banyak bank menyalurkan kredit ke sektor jenuh seperti sektor properti dan turunannya. Ini menjadi penyebab utama karena sebagian kredit yang disalurkan ke sektor-sektor yang dulunya sudah jenuh dan sisanya kini mulai bermasalah,” kata Kepala OJK Regional 8 Bali Nusra, Zulmi di Renon, Minggu (18/6) kemarin.

Ia mengatakan, penyumbang NPL tertinggi masih dari BPR mencapai 7,07 persen atau naik dari Maret 2017 yang mencapai 6,71 persen dan Desember 2016 mencapai 4,91 persen. Untuk bank umum konvensional pada caturwulan I menembus 2,89 persen lebih tinggi dari Maret 2017 mencapai 2,71 persen.

“Selain sektor properti, pemicu NPL naik lagi pada April bisa jadi karena terlambatnya pembayaran tunjangan PNS. Jika tunjangan telat dibayarkan, bagi mereka yang ada pinjaman di bank dan biasanya bayar pakai tunjangan, otomatis angsurannya ikut ngaret,” ujarnya.

Terkait naiknya NPL tersebut, OJK berharap bank harus memperhatikan debitur, terutama yang sudah mulai alami masalah. Bank harus paham betul bagaiaman kondisi semua debiturnya, tidak hanya fokus terhadap debitur yang menunggak saja. Zulmi juga menekankan, bank juga ikut cari solusi masalah debitur.

“Kalau debitur masih potensi tetapi ada hambatan dalam cicilan, bank bisa saja melakukan restrukturisasi kredit,” sarannya.

Itu bisa dengan perpanjangan periode pinjaman, cicilan diperkecil sesuai kemampuan dan prospek debitur, sehingga debitur bisa tetap bisa beroperasional dan kewajiban mereka lancar. Sementara bagi debitur baru, terangnya, bank harus tetap menerapkan prinsip kehati-hatian.

Disinggung ada kemungkinan NPL naik lagi sampai akhir tahun?. Zulmi berharap tidak terjadi lagi. Karena itu, OJK dari awal terus mengingatkan kembali kepada perbankan untuk betul-betul memahami kondisi debitur. Selanjutnya melakukan verifikasi masalah tersebut untuk pengambilan kebijakan terhadap debitur ke depannya. (dik)

BAGIKAN