Peningkatan unit usaha sangat tergantung dari cara pengelolaannya. Pengelola usaha yang tangguh tentu berasal dari sumber daya manusia (SDM) yang tangguh pula. Sebaliknya SDM dengan kualitas rendah, usaha yang dikelola juga rentan bermasalah. Maka itu, menjadikan usaha yang tangguh, SDM juga tangguh. Apa yang harus dilakukan agar SD bisa tangguh?

PEMERHATI ekonomi Bali, I Gede Indra Yuda, S.E..M.M., dalam mengelola usaha yang paling utama adalah sumber daya manusia. Jika pengelolanya sudah mempersiapkan dengan matang, dipastikan usaha akan berkembang. Sebaliknya dapat mudah diketahui apabila ada perusahaan yang bermasalah diyakini karena SDM pengelola berkualitas rendah.

”Usaha berkembang sangat ditentukan oleh pengelolanya sendiri. Jika pengelola sudah matang, usaha berkembang. Mudah kan,” jelas Indra Yuda.

Praktisi usaha ekspor asal Kabupaten Gianyar, Putu Mahayasa juga mengakui, SDM sangat menentukan perkembangan usaha. SDM tidak didapat dengan mudah, mesti melalui belajar. ”Saya dulu belajar memanajemen usaha secara otodidak. Karena modal tempat strategis, usaha pun dapat berjalan namun perkembangannya tidak memuaskan. Kemudian saya sadar ilmu manajemen usaha sesuai bidangnya sangat penting. Maka saya mulai aktif mengikuti pendidikan formal dan informal. Awalnya memberanikan diri ke dinas terkait. Dari sana dapat berbagai informasi mengenai ilmu usaha di bidang ekspor. Selain aktif diklat dan seminar, saya juga aktif mengikuti pameran yang difasilitasi pemerintah melalui dinas terkait,” jelasnya. ‎

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Bali, I Dewa Nyoman Patra, S.H., M.H. mengakui, pemerintah saat ini sangat komit meningkatkan SDM gerakan koperasi dan para pengelola usaha mikro, kecil dan menengah. Karena belakangan ini persaingan sangat ketat, mulai dari diberlakukan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) sampai persiapan pasar global tahun 2020 nanti. Kemudian terjadinya perkembangan teknologi informasi zaman digitalisasi. Kalau SDM tidak tangguh, dapat dipastikan akan terlibas persaingan. ”Pemerintah sangat sadar dalam perkembangan usaha sangat ditentukan SDM. Maka kami berusaha maksimal memberikan program peningkatan SDM baik SDM gerakan koperasi maupun pelaku UMKM. Kami terus melaksanakan diklat, baik diklat bidang maupun tingkat diklat uji kompetensi bagi pimpinan perusahan. Pada 2017 ini kami memberikan diklat 1.200 orang,” tegasnya sambil menambahkan jumlah UMKM di Bali tercatat 300 ribu orang lebih. (sta)

BAGIKAN