OJK Harapkan Bank bisa Fleksibel

12
  ist FLEKSIBEL - Bank diharapkan fleksibel kepada nasabah. Tampak layanan nasabah di sebuah bank umum.

Denpasar (Bisnis Bali) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 8 Bali Nusra berharap perbankan dan lembaga pembiayaan memberikan fleksibelitas kepada debitur yang jatuh tempo pembayaran tagihan kreditnya bertepatan saat libur panjang Lebaran. Ini berkaitan dengan perbankan sudah mulai mengumumkan pemberitahuan kepada nasabah seperti melalui informasi papan pengumuman dan layanan pesan singkat untuk melunasi kewajiban pembayaran kredit sebelum 22 Juni 2017.

Kepala OJK Regional 8 Bali Nusra, Zulmi di Renon, Kamis (15/6) kemarin mengatakan, kebijakan bank agar debitur melunasi kewajiban sebelum tanggal tersebut, sepertinya dalam upaya agar pembayaran paling lambat tanggal sekian. Jadi kalau bank mengimbau bayar lebih awal itu sah-sah saja sepanjang memang debitur punya kemampuan membayar sebelum tanggal akhir jatuh tempo.

“Bagi debitur yang punya uang, tentu kebijakan tersebut tidak masalah. Tetapi bagi mereka yang baru ada uang saat masuk momen libur, mestinya bank juga punya sedikit fleksibelitas,” katanya.

Menurutnya, imbauan ini sepertinya lebih mengarah yang pembayarannya tunai sementara debitur yang auto debet tidak akan ada masalah karena sistem yang langsung mendebetnya. Pembayaran melalui autodebet melalui ATM atau internet banking dipastikan tidak terpengaruh hari libur sehingga OJK berharap debitur membayar kewajiban sesuai waktu apalagi yang pembayaran bisa dilakukan melalui sistem. Debitur yang bayar menggunakan alat bayar dalam bentuk fisik cek, uang dan sejenisnya, kata Zulmi, ini  mestinya harus diberikan fleksibelitas.

Kendati demikian, Zulmi menegaskan kebijakan pemberian fleksibelitas tersebut juga tidak diberikan bagi semua debitur melainkan hanya debitur atau peminjam yang biasanya membayar kewajiban menggunakan uang tunai atau alat pembayaran fisik lainnya seperti pembayaran melalui cek yang diharapkan mendapatkan kelonggaran dari bank. Bagi debitur yang metode pembayarannya selama ini menggunakan sistem autodebet rekening atau menggunakan layanan elektronik seperti melalui ATM dan layanan mobile banking, fleksibelitas tersebut tidak berlaku karena tidak terpengaruh libur panjang Lebaran. (dik)

BAGIKAN