Detail Kelola Keuangan Investor Perempuan Berpeluang Meningkat  

10

Denpasar (Bisnis Bali) – Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Denpasar mengemukakan, investor perempuan dari tahun ke tahun berpeluang meningkat di pasar modal. Peluang investor perempuan di BEI Bali pada 2017 karena mereka lebih detail mengenai pengelolaan keuangan.

“Jumlah investor perempuan kami optimis akan tumbuh ke depannya dan makin aktif serta berperan signifikan terhadap industri pasar modal,” kata Kepala Kantor BEI Denpasar, Agus Andiyasa di Sanur, Kamis (15/6) kemarin.

Menurutnya, jumlah investor di Bali mengalami pertumbuhan yang positif dan meningkat dari tahun ke tahun. Hingga 31 Mei 2017 pertumbuhan investor baru di Bali mencapai 9.429 orang, sedangkan pertumbuhan investor berdasarkan subrekening efek (SRE) mencapai 1.078 SRE atau meningkat 10,61 persen dari 2015-2016 mencapai 2.507 SRE.

“Berdasarkan jumlah investor dari jenis kelamin, kalangan pria yang terjun di bursa Bali mencapai 5.209 orang dan perempuan 3.577 orang. Jumlah investor perempuan sudah lebih setengah dari pria dan ke depan berpeluang meningkat,” ujarnya.

Ia menilai, pertumbuhan investor baru mengalami peningkatan di antaranya kemungkinan S&P memberikan investment grade ke Indonesia. Ini sentimen positif mengenai kualitas ekonomi Indonesia dan perlindungan kepada investor yang diberikan oleh industri pasar modal.

Sementara itu total jumlah rekening efek di Bali hingga 31 Mei 2017 mencapai 11.236 SRE naik dari April 2017 yang mencapai 11.036 SRE, Maret 2017 mencapai 10.918 SRE, Februari 2017 mencapai 10.465 SRE dan Januari 2017 mencapai 10.290 SRE. Dari jumlah tersebut Denpasar tertinggi mencapai 6.658 SRE, disusul Badung mencapai 1.858 SRE, Gianyar 673 SRE, Tabanan 609 SRE, Buleleng 576 SRE, Jembrana 252 SRE dan sisanya Karangasem 250 SRE, Klungkung 241 SRE serta Bangli 119 SRE.

Dari jenis pekerjaan, Agus mengatakan, mereka yang memilih investasi di bursa berasal dari kalangan pengusaha atau entrepreneur mencapai 1.505 orang, pegawai negeri di Bali mencapai 497 orang, kalangan ibu rumah tangga mencapai 273 orang dan pegawai swasta mencapai 3.662 orang.

“Tertinggi dari kalangan pegawai swasta sedangkan sisanya dari kalangan pelajar mencapai 1.800 orang, TNI/Polisi mencapai 27 orang, pensiunan 175 orang, guru 71 orang dan lainnya 712 orang,” paparnya.(dik)

BAGIKAN