Triwulan I 2017, Aset LPD di Bali Capai Rp 16 Triliun

17

Denpasar (Bisnis Bali)- Keberadaan LPD di Bali kian menunjukan perkembangan, yang pada catatan, triwulan I pada tahun 2017, aset LPD se-Bali mencapai Rp 16.027.629.682.000. Angka ini menunjukan perkembangan dibandingkan pada akhir tahun 2016 aset LPD se-Bali hanya Rp 15.069.928.774.000.

Kepala Lembaga Pemberdayaan- Lembaga Perkreditan Desa (LP-LPD) Provinsi Bali, I Nyoman Arnaya S.E, Rabu (14/6) kemarin, mengatakan, perkembangan LPD cukup baik yang kenaikan aset mencapai Rp 957 miliar

pada 3 bulan terakhir. Adapun dipaparkannya, perkembangan aset LPD-LPD di masing-masing kabupaten/kota dari kepemilikan aset

tertinggi yaitu LPD di Kabupaten Badung mencapai Rp 5.011.300.361.000 hingga akhir Maret 2017.

Kepemilikan aset tertinggi kedua yaitu dari LPD di Kabupaten Gianyar yang jumlah asetnya mencapai Rp 3.345.152.918.000. Selanjutnya diikuti  LPD di Kabupaten Buleleng yang kepemilikan aset mencapai Rp

1.771.874.488.000, kemudian LPD di Kota Denpasar dengan aset mencapai Rp 1.668.246.828.000, LPD di Kabupaten Tabanan dengan aset Rp 1.293.609.823.000. Kemudian LPD di Kabupaten Karangasem dengan aset mencapai Rp 1.056.104.632.000,  LPD di Kabupaten Bangli  asetnya mencapai Rp 761.984.699.000 dan terakhir LPD di Kabupaten Jembrana dengan aset mencapai Rp 485.237.352.000.

Nyoman Arnaya menjelaskan, perkembangan aset ditentukan oleh potensi ekonomi desa adat masing-masing, dan tidak dipegaruhi oleh jumlah LPD di masing-masing kabupaten. “Meskipun jumlah LPD terbanyak ada di

Kabupaten Tabanan, namun aset tertinggi ada di Kabupaten Badung. Hal ini karena potensi perekonomian masyarakat yang didukung oleh sektor pariwisata sangat memberi pengaruh pada perkembangan LPD,” ungkapnya. (wid)

BAGIKAN