Denpasar (Bisnis Bali) – Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 8 Bali Nusra mengimbau kepada perbankan di Bali untuk tetap menjaga kecukupan dana dan sekaligus meningkatkan pengawasan terhadap anjungan tunai mandiri (ATM) yang dimilikinya. Ini berkaitan dengan liburan panjang momen Hari Raya Idul Fitri yang dipastikan transaksi di ATM akan mengalami peningkatan.

Kepala OJK Regional 8 Bali Nusra, Zulmi di Renon, Rabu (14/6) kemarin menegaskan, Bali masih menjadi destinasi pariwisata favorit untuk berlibur selama momen libur Lebaran. Jumlah kunjungan wisatawan baik domestik maupun mancanegara ke Bali akan naik sehingga berdampak pada peningkatan kebutuhan uang tunai selama libur panjang ini.

“Karena itu, kesiapan bank terkait jumlah dana di ATM maupun layanan perbankan lainnya harus ditingkatkan, termasuk keamanannya,” katanya.

Menurutnya, jika melihat libur Lebaran sesuai kalender operasional, bank baru buka pada 3 Juli 2017 mendatang. Artinya libur cukup lama, tetapi aktivitas bertransaksi masih bisa melalui ATM karena tetap aktif meskipun kantor tutup.

“Pelayanan nasabah bisa dilakukan melalui ATM, transaksi mobile banking maupun internet banking,” ujarnya.

Untuk itu OJK meminta bank-bank harus memastikan setiap ATM-nya aman dengan melakukan pengawasan, pemeriksaan dan pengamanan secara rutin.Bank harus memonitor dengan baik ATM yang dimilikinya agar pelayanan kepada nasabah itu tetap jalan selama 24 jam. Utamanya ATM di daerah-daerah tujuan wisata guna memfasilitasi para wisatawan saat libur nanti. (dik)

BAGIKAN