Sekadar Anjuran, Dinilai Minim Penyedia Layanan Transaksi Nontunai ”Jauh Panggang dari Api”  

10

Denpasar (Bisnis Bali) – Realisasi layanan transaksi nontunai di Bali, menurut Prof. IB Raka Suardana, S.E., M.M. terkesan jauh panggang dari api. Betapa tidak, program yang digadang-gadang oleh kalangan perbankan di Bali akan memudahkan bertransaksi sekaligus menunjang keamanan nasabah hanya menjadi sekadar anjuran tanpa dibarengi dengan memadainya ketersediaan layanan di lapangan.

“Realisasi penggunaan nontunai di Bali belum maksimal hingga saat ini. Kondisi itu terjadi karena sebagian besar masyarakat belum terbiasa menggunakan layanan tersebut. Ini diperparah lagi dengan penyediaan layanan tersebut masih minim,” tutur pengamat ekonomi dari Undiknas university tersebut, Rabu (14/6) kemarin.

Ia menerangkan, sejak program tersebut diluncurkan oleh pemerintah dan diadopsi oleh sejumlah perbankan, program tersebut belum dipahami secara baik oleh masyarakat hingga kini. Banyak masyarakat yang masih cenderung lebih menyukai bertransaksi dengan menggunakan uang tunai ketimbang nontunai. Di sisi lain, perilaku masyarakat tersebut juga ditopang dengan masih minimnya pusat-pusat perbelanjaan di Bali yang menyediakan layanan tersebut atau yang menyediakan mesin EDC marchant.

Jelas Raka, saat ini hanya sebagian kecil pusat perbelanjaan di Bali yang menyediakan layanan nontunai. Sisanya sebagian besar masih menggunakan sistem transaksi tunai. Katanya, itu sekaligus membuat pengguna layanan nontunai di Bali tidak mengalami pertumbuhan jumlah yang berarti, hanya tetap bertahan di kisaran kalangan tertentu atau kalangan masyarakat ekonomi atas. (man)

BAGIKAN