Jambu Kristal Datangkan Keuntungan Besar

14

POTENSI budi daya jambu biji khususnya jambu kristal sudah mulai diketahui sejumlah petani. Dengan demikian, jambu kristal yang dulunya didatangkan dari Jawa saat ini sudah mulai diproduksi di Bali.

Untuk budi daya jambu biji, menurut Ir. Ari Maya Dewi, M.P., dosen Fakultas Pertanian Universitas Udayana, bibit masih didatangkan dari JawaTimur. “Jambu biji perlu waktu 9 bulan dari menanam hingga siap dipanen. Jambu biji ditanam dengan cara cangkok dan sambungan,” tuturnya.

Namun petani lebih banyak memilih bibit dengan cara sambungan atau tempel karena lebih cepat berbuah. “Bagian bawahnya jambu lokal dan bagian atasnya ditempel dengan jambu cristal. Bila menggunakan bibit dari biji, waktu berbuah akan lebih lama yaitu sekitar 1 tahun 2 bulan baru mulai berbuah,” ucapnya.

Untuk jarak tanam sangat beragam ada petani yang menggunakan jarak 1×1 meter, ada pula 1 x 1,5 meter, karena di sela-sela tanaman jambu juga mereka tumpang-sarikan. “Petani menanam tanaman sela karena jangka waktu jambu berbuah cukup lama. Dari pembungaan perlu 90 hari untuk siap dipanen sehingga petani membutuhkan pendapatan sampingan yang lebih cepat,” tukasnya.

Potensi hasil jambu kristal sekitar 10-24 kg per pohon dalam sekali panen. Dalam setahun petani bisa melakukan 3 kali panen tergantung kesuburan tanah. Dengan demikian sekali panen dari satu pohon jambu petani bisa memperoleh penghasilan berkisar Rp 150 ribu hingga Rp 360 ribu. “Sekarang tinggal dikalikan berapa pohon yang dimiliki petani. Kalau petani ingin mendapatkan hasil lebih banyak, kesuburan tanah harus selalu dijaga,” paparnya.

Pemupukan dan pembersihan gulma harus dilakukan secara rutin. Teknis budi daya sangat menentukan kualitas buah yang dihasilkan. (pur)

BAGIKAN