Garap Simpel, BPR harus Kerja Keras

20

Mangupura (Bisnis Bali) – Persaingan lembaga keuangan, membuat upaya bank perkreditan rakyat (BPR) menggarap dana pihak ketiga dari simpanan pelajar (simpel)  dinilai cukup sulit. Ketua DPD Perbarindo Bali, Ketut Wiratjana Selasa (13/6) mengatakan, untuk menggaet produk simpel harus kerja keras, dan BPR tetap gencar menggelar program edukasi kepada guru dan pelajar.

Ia mengungkapkan, dalam penggarapan produk simpel di BPR memang belum maksimal. Hanya saja, BPR sudah berusaha untuk masuk ke sekolah-sekolah dengan mengedukasi guru dan pelajar.

Ia menjelaskan, BPR sudah rutin mengadakan kegiatan edukasi dan literasi keuangan  di sekolah-sekolah di Bali. Penggaetan simpel ini tentu tidak semudah membalikkan telapak tangan.

Direktur Utama BPR Indra Candra ini mengungkapkan, kendalanya BPR perlu lebih meyakinkan anak-anak sekolah. Hal ini terkait manfaat tabungan pelajar.

Ia menjelaskan, memang sudah dari dulu tabungan siswa ditampung oleh guru-gurunya. Nah, inilah tugas BPR meyakinkan para guru untuk menempatkan dana pelajar ini di BPR.

Dipaparkannya, selama ini BPR belum maksimal meyakinkan guru dan murid. Melalui kegiatan edukasi dan literasi keuangan ke sekolah, selanjutnya siswa dan para guru mempunyai persepsi yang sama.

Ketut Wiratjana meyakinkan, sebagian dana uang saku pelajar  perlu disisihkan sedikit untuk ditabung di bank seperti di BPR. “Seperti peribahasa bilang dikit-dikit  lama lama dana tabungan bisa jadi bukit,” katanya. (kup)

BAGIKAN