Wakili Tabanan, Desa Belatungan Dinilai Tim Provinsi

17
  Rombongan Tim Penilai diterima Wakil Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya. (man)

Tabanan (Bisnis Bali) –  Desa Belatungan Pupuan menjadi wakil Kabupaten Tabanan dalam lomba Desa Tingkat Provinsi Bali 2017. Lomba desa ini merupakan lomba rutin yang dilaksanakan sesuai dengan amanat Peraturan Menteri Dalam Negeri N0 81 Tahun 2015 tentang evaluasi perkembangan desa dan kelurahan. Penilaian dilakukan di Wantilan Desa Belatungan, Pupuan,  Senin (12/6).

Rombongan Tim Penilai disambut dengan tarian bungan sandat serasi dan diterima oleh Wakil Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya yang didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Tabanan, Nyonya Rai Wahyuni Sanjaya, Tim Penggerak PKK Tabanan, OPD Tabanan,  Para Camat, Tim Pembina Desa dan Masyarakat setempat.

Perbekel Desa Belatungan, Dewa Nyoman Widi Sucipta mengatakan, Desa Belatungan terdiri 6 Desa Dinas dan 3 Desa Pakraman. Dijelaskannya juga, Desa Belatungan memiliki keunggulan di bidang perkebunan. “Desa kami memiliki keunggulan di bidang perkebunan, hasil dari perkebunan kami meliputi kopi, cengkeh, salak gula, salak pasir, pisang dan segala jenis sayur kecuali padi,” ungkapnya.

Wabub Sanjaya dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada Desa Belatungan sebagai duta Tabanan. Dirinya yakin dan percaya Desa Belatungan akan mampu tampil prima mewakili Kabupaten Tabanan dalam perlombaan desa tingkat provinsi Bali tahun ini.

“Kepada seluruh masyarakat Desa Belatungan kami sampaikan rasa bangga dan terima kasih atas semangat yang telah ditunjukkan sehingga mampu tampil mewakili Kabupaten Tabanan dalam perlombaan ini. Jadikan momen ini sebagai titik awal untuk terus berbuat yang lebih baik lagi pada masa akan datang,” ungkapnya.

Wabup Sanjaya juga berpesan kepada semua kepala OPD agar menjadikan perlombaan ini sebagai ajang mengevaluasi diri dan membuat inovasi. Karena pada hakekatnya perlombaan ini juga merupakan penilaian atas kinerja instnasi yang dipimpin yang tercermin dalam pencapaian pembangunan di desa.

“Oleh karena itu mulailah merancang sebuah program yang inovatif, bersinergi satu sama lain sehingga dengan kemampuan sumber daya daerah yang terbatas dapat dioptimalkan untuk membangun masyarakat di Kabupaten Tabanan yang kita cintai,” ujarnya.(man)

BAGIKAN