Mangupura (Bisnis Bali) – Wakil Bupati Badung, I Ketut Suiasa menegaskan pemberian bantuan hibah secara langsung dalam bentuk tunai kepada desa adat penerima sesuai prosedur. “Dana hibah yang berasal dari kas daerah ini masuk ke nomor rekening masyarakat desa adat penerima bantuan terlebih dahulu. Kemudian, karena masyarakat ingin adanya transparansi, diundanglah Bupati dan Wakil Bupati Badung untuk penyerahan uang tunai itu secara simbolis,” kata Ketut Suiasa saat ditemui di Mangupura, Senin (12/6) kemarin.

Hal ini diakuinya, untuk membuat kepercayaan kepada masyarakat desa adat bahwa uang hibah dari Pemkab Badung benar adanya. “Jadi tidak ada uang hibah diberikan secara tunai yang dibawa langsung Pemkab Badung kepada penerima bantuan,” ujarnya.
Ia menegaskan, bentuk fisik uang yang telah ditransfer ke nomor rekening penerima hibah ini sudah ada dalam bentuk buku tabungan, sehingga secara prosedural pemberian bantuan ini sudah berjalan dengan baik.

Pihaknya menegaskan, tidak menindaklanjuti surat teguran dari Gubernur Bali yang menilai pemberian bantuan hibah Pemkab Badung kepada desa adat penerima bantuan itu tidak sesuai prosedur. “Kami tidak menindaklanjuti surat teguran Gubernur itu. Semua prosedur yang kami lakukan sudah berjalan sebagai mana aturan,” ujarnya.

Pihaknya menegaskan, uang tunai yang awalnya sudah masuk rekening penerima hibah dan secara seremonial diserahkan secara simbolis oleh Bupati atau Wakil Bupati Badung kepada penerima bantuan boleh digunakan sesuai peruntukan ataupun dimasukkan kembali ke dalam bank.

“Jadi ini saya tegaskan, sebagai bentuk transparansi kami dalam memberikan bantuan hibah. Untuk masalah keamanan dalam memberikan bantuan uang secara langsung dengan nominal sangat besar. Mungkin, untuk sistem keamanannya ini yang sudah dibuatkan regulasi dari masyarakat adatnya,” ujarnya. (sar)

BAGIKAN