BI Perkirakan Ada 150 KUPVA Ilegal

15

Denpasar (Bisnis Bali) – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Bali mencatat total jumlah kegiatan usaha penukaran valuta asing (KUPVA) atau masyarakat kenal money changer tidak berizin yang disegel pada saat sidak yang dilakukan bersama Polri pada 10-12 April 2017 mencapai 47 KUPVA. Kendati demikian, BI memperkirakan ada kurang lebih 150 KUPVA bukan bank (BB) ilegal atau tidak berizin masih beroperasi.

“Jumlah itu bisa berubah tergantung tingkat kunjungan wisatawan mancanegara (wisman). Makin ramai wisman, jumlah KUPVA bertambah,” kata Kepala KPw BI Bali, Causa Iman Karana di Sanur, Senin (12/6) kemarin.

Menurutnya, sebagian besar oknum KUPVA beroperasi untuk melakukan penipuan kepada wisman dan tidak perlu tempat usaha permanen, hanya bermodal papan rate yang menumpang pada usaha lainnya seperti artshop, gallery dan tour and travel.

Pak Cik biasa ia disapa mengungkapkan sebagian besar KUPVA yang disegel tersebut berlokasi di daerah Kuta (sepanjang Jalan Legian, Kartika Plaza, Pantai Kuta dan Wana Segara), Seminyak, Nusa Dua (Jalan Pratama, Terompong dan Pantai Mengiat) Sanur serta Ubud (Jalan Hanoman, Monkey Forest dan Jalan Raya Ubud).

“Dari total umlah KUPVA BB tidak berizin yang disegel tersebut, 5 di antaranya sudah mendapat izin, 1 ditolak, 1 proses perizinan, sisanya sudah beroperasi kembali dan melepas stiker,” jelasnya.

Ia pun menegaskan BI bersama dengan Polda Bali, Polres Badung dan Polresta Denpasar terus melakukan koordinasi dan monitoring terkait KUPVA tidak Berizin dan dalam waktu dekat akan melakukan sidak lanjutan dan penegakan hukum bagi KUPVA BB tidak berizin.

“Utamanya mereka yang nakal atau sudah diperingati tetapi tetap beroperasi,” tegasnya.(dik)

BAGIKAN