Sistem PPDB 2017 agar Ditinjau Sistem Zone Ciptakan Siswa Berwawasan Lokal  

17

Mangupura (Bisnis Bali) – Sistem zone (lokal) yang diterapkan dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB) 2017 dinilai hanya akan melahirkan siswa berwawasan lokal. Karenanya, sistem ini dinilai perlu ditinjau kembali.

Kritisi ini dikemukakan Ketua Komisi I DPRD Badung Wayan Suyasa, S.H. kepada sejumlah media. “Kebijakan ini akan melahirkan siswa-siswa berwawasan lokal sehingga perlu ditinjau,” tegas politisi Partai Golkar asal Penarungan tersebut.

Tuntutan pendidikan saat ini, tegas Sekretaris DPD II Partai Golkar Badung tersebut, adalah siswa-siswa yang berwawasan global. Dengan berwawasan global, tegasnya, siswa akan mampu bersaing di dunia global.

Pertimbangan lainnya, tegas Ketua Federasi Serikat Pekerja (FSP) Bali Kabupaten Badung tersebut, karena sebaran sekolah belum merata di tiap kecamatan. “Volume sekolah di tiap kecamatan tak sama. Karenanya, layak sistem zoning atau lokal ini ditinjau kembali,” katanya.

Selain soal zoning, Suyasa juga menyoroti pengurangan rombongan belajar (rombel) menjadi hanya maksimal 33 rombel dari sebelumnya sampai 38 rombel. Jumlah siswa dalam satu kelas pun dibatasi hanya 32 orang dari sebelumnya sampai 41 orang. Lebih memprihatinkan lagi, sekolah tidak diperbolehkan memberlakukan double shift.

Hal ini, menurutnya, akan sangat membatasi peluang calon siswa diterima di sekolah negeri. Ini akan sangat memprihatinkan di tengah gencar-gencarnya pemerintah menerapkan program wajib belajat 9 dan 12 tahun. (sar)

BAGIKAN