Museum ARMA Dorong Generasi Muda Perdalam Pengetahuan Seni Budaya Bali

11
Pendiri Museum ARMA memberikan penjelasan terkait keberadaan museum menyediakan ruang berkreasi bagi para penggiat seni  dan ruang bagi anak-anak yang bisa meningkatkan wawasan akan seni dan budaya di Bali. (kup)

Gianyar (Bisnis Bali) – Kegiatan seni dapat menjadi salah satu cara kreatif untuk memperkenalkan dan mensosialisasikan nilai-nilai budaya tersebut. Pendiri Agung Rai Museum of Art (ARMA), Anak Agung Gde Rai, Sabtu (10/6) mengatakan, melalui pameran lukisan, pagelaran seni tarian teater, dan berbagai kegiatan seni lainnya, khususnya generasi muda di Ubud dapat mengetahui sejarah Bali dan menyadari keberagaman kebudayaan Indonesia dan dunia.

Diungkapkannya, Museum ARMA bukan semata-mata sebagai wadah untuk penyimpanan koleksi dokomentasi. Museum juga mesti digunakan untuk merekam jejak kesenirupaan di Bali.
Museum ARMA dijadikan sarana pelestarian kehidupan sosial kultural Bali. Museum bisa menjadi media pembelajaran bagi pihak tertentu, termasuk masyarakat lokal, khususnya di Ubud.

Museum, katanya, juga bisa menjadi tempat edukasi bagi mereka yang ingin mengetahui pertumbuhan seni rupa di Bali, termasuk menjadi tempat untuk memperdalam pengetahuan akan kebudayaan di Bali.

Ia menjelaskan, keberadaan museum  bisa dijadikan tempat mengelar kegiatan kegiatan yang bersifat edukatif misalnya workshop melukis bagi anak-anak maupun seminar dan sarasehan. Seperti di Museum ARMA dijadikan museum hidup. Ini dikarenakan diisi dengan kegiatan-kegiatan seni budaya yang mencirikan adanya kolaborasi seniman-seniman antar bidang dan antarkultur.

Dipaparkannya, keberadaan museum memang harus mampu menyediakan ruang berkreasi bagi para penggiat seni, yakni tidak hanya di bidang seni rupa tetapi juga seni tari, tabuh, sastra fotografi, dan sebagainya. Wujud-wujud kolaborasi kreatif yang mencoba memadukan beragam bentuk seni pertunjukan juga kerap kali digelar seperti di Museum ARMA. (kup)

BAGIKAN