Bambu Tabah –raster Hasilkan Rebung Berkualitas

15

DARI 35 jenis bambu yang ada di Bali, bambu tabah yang merupakan bambu khas daerah Pupuan, Kabupaten Tabanan memiliki keunggulan yaitu menghasilkan rebung yang enak dan berkualitas. Dengan keunggulan ini, bambu tabah memiliki nilai ekonomis yang tinggi dan sangat menguntungkan bila dibudidayakan.

Tanaman bambu selama ini di Indonesia memang jarang diteliti dan dikembangkan untuk industri pangan, padahal Indonesia memiliki potensi besar untuk itu. “Sungguh sayang sekali jika kita tidak bisa memanfaatkan potensi bambu yang sangat besar di negara kita. Tetapi kita malah mengimpor rebung atau bambu muda dari luar negeri,” papar Dr. Ir. Pande Ketut Diah Kencana, M.S., Ketua Puslit Bambu LPPM Universitas Udayana. Indonesia malah mengimpor rebung dari Cina dan Thailand, padahal potensi yang dimiliki Indonesia sangat besar. Seperti bambu tabah yang banyak dijumpai di daerah Pupuan, Tabanan.

Tidak semua bambu bisa diambil dan dikonsumsi rebungnya. “Bambu tabah rebungnya sangat empuk dan enak. Kalau bambu jenis lainnya seperti bambu tali, bambu petung dan lainnya rasa rebungnya pahit sehingga tidak enak dikonsumsi,” tukasnya. Keunggulan inilah yang menjadi nilai ekonomis bambu tabah. Dengan merintis industri pangan berbasis bambu, ia berharap dapat mengangkat perekonomian masyarakat Pupuan.

“Industri pangan berbasis bambu ini, kita bisa manfaatkan lahan kritis, meningkatkan perekonomian masyarakat sekaligus melakukan konservasi terhadap lingkungan,” tandasnya. Meski demikian, industri ini perlu dikelola dengan baik oleh akademisi yang memberikan teknologi kepada masyarakat, pengusaha yang akan menyerap hasil produksi pertanian tersebut dan pemerintah yang membuat kebijakan untuk mendukung dan memberikan kemudahan bagi tumbuhnya industri ini.

“Untuk mendukung industri pangan berbasis bambu ini, saya telah membentuk Koperasi Produsen Tunas Bambu yang bertugas menampung dan memasarkan rebung yang dihasilkan ratusan petani yang telah bergabung,” ucapnya.(pur)

BAGIKAN