NPL BPD Naik Jadi 2,01 Persen

7
Direktur Utama PT Bank BPD Bali, I Made Sudja (kanan) saat menyampaikan kenaikan NPL. (wid)

Denpasar (Bisnis Bali) – Setelah pernah mencapai posisi 1,47 persen pada Desember 2016 lalu, nonperforming loan (NPL) atau kredit bermasalah pada Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali kembali mengalami peningkatan mencapai 2,01 persen pada triwulan I tahun 2017. Hal ini membuat pihak BPD menggencarkan tim khusus yang dibentuknya.

Direktur Utama PT Bank BPD Bali, I Made Sudja, Jumat (9/6) kemarin mengatakan, meskipun ketentuan dari Bank Indonesia NPL yang mencapai angka kenaikan di bawah threesold 5 persen masih dianggap bagus, namun dia mengatakan angka 2,01 ini telah menjadi perhatian serius dari pihaknya yang harus segera ditangani. “NPL yang cenderung naik ini menjadi perhatian OJK, demikian juga oleh pemegang saham. Itu wajar karena pengalaman tahun lalu NPL kita relatif rendah daripada bank lain,” katanya.

Dia mengatakan, hampir semua cabang NPL-nya mengalami peningkatan, terkecuali Cabang Mataram. Oleh sebab itu, dia mengatakan, tim yang dibentuk dewan komisaris dibagi sedemikian rupa yang bersama-sama turun bersama masing-masing cabang untuk menangani permasalahan NPL ini. “Kami rasa kerja keras yang kami lalukan ini akan membantu untuk menyelesaikan permasalahan, yang melihat usaha dari tahun sebelumnya kami mampu merealisasikan NPL lebih rendah dari yang ditargetkan oleh pemegang yaitu mencapai 1,47 persen dari target 1,54 persen,” katanya.

Disinggung soal sektor penyumbang peningkatan NPL, Made Sudja mengatakan, beberapa sektor yang memengaruhi kenaikan NPL yaitu kredit properti dan turunannya, kredit di sektor perdagangan yang berkaitan dengan makanan dan minuman serta sektor pembibitan sapi. “Ini merupakan beberapa sektor yang mengakibatkan peningkatan NPL pada triwulan I 2017, sehingga dengan demikian kami mengintensifkan tim yang kami miliki untuk menekan angka  NPL tersebut,” tambahnya.

Adapun rencana bisnis bank (RBB) untuk NPL yang ditargetkan hingga Desember 2017 bisa turun hingga 1,35 persen dari yang posisi saat ini. “Kami berharap dengan usaha-usaha seperti restrukturisasi dan pembentukan tim khusus bisa menurunkan NPL tersebut,” katanya.(wid)

BAGIKAN