Makin Langka, Minyak Kelapa Bali kian Diburu Pembeli

15
Ketut Kompyang dalam proses "nandusin" membuat minyak kelapa Bali.  (ira)

Singaraja (Bisnis Bali) –  Kabupaten Buleleng ternyata masih terdapat masyarakat yang mempertahankan pengolahan minyak kelapa secara tradisional, meski keberadaannya sudah sangat langka, namun hingga kini minyak kelapa yang terkenal akan aroma dan manfaatnya ini masih cukup laku di pasaran.

Dewasa ini peminat minyak kelapa atau lebih dikenal dengan “Lengis Tandusan” masih cukup tinggi, namun tidak sebanding dengan pasokan minyak yang ada. Selain karena pembuatan minyak kelapa secara tradisonal ini sudah tidak banyak lagi dilakukan oleh masyarakat Bali, juga dikarenakan proses pembuatannya masih menggunakan cara yang sangat tradisional (nandusin-red) dengan proses pengolahan yang bisa dikatakan cukup rumit, sehingga tidak banyak ditemukan di pasaran.

Berdasarkan pantauan Bisnis Bali, ada beberapa masyarakat di Kabupaten Buleleng, tepatnya di Desa Giri Mas Kecamatan Sawan, Buleleng yang masih menekuni pembuatan minyak kelapa secara tradisional. Ketut Kompyang salah satunya,  perempuan yang sudah lanjut usia ini masih tetap bertahan membuat minyak kelapa dari tiga puluh tahun lalu.

Dikatakan, dirinya memproduksi minyak kelapa Bali ini hampir tiap hari. Selain digunakan sebagai minyak dapur sesekali tiap memasak juga ia pasarkan, baik ke warung hingga pasar tradisional di Buleleng. “Minyak kelapa yang saya buat, saya jual ke warung atau ke pasar,” ungkapnya. Tiap kali produksi dirinya menggunakan kurang lebih sepuluh butir kelapa, yang menghasilkan minyak paling banyak setengan botol, tergantung pada kondisi buah kelapa yang digunakan.  (ira)

BAGIKAN