Jelang Lebaran, TPID Bali mulai ”Kendalikan” Harga  

27
Wakil TPID Bali, Causa Iman Karana

Denpasar (Bisnis Bali) – Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Bali akan melakukan langkah antisipasi terkait pengendalian harga barang pada bulan puasa dan Idul Fitri 2017. Ini dalam rangka mengantisipasi tingginya tekanan inflasi pada Mei dan Juni 2017 bersamaan dengan momen puasa dan Lebaran.

Wakil TPID Bali, Causa Iman Karana di Renon, Jumat (9/6) kemarin mengatakan, Bank Indonesia bersama dengan pemerintah provinsi/kabupaten/kota yang tergabung dan sejalan dengan hasil high level meeting TPID Bali, terus melakukan pemantauan harga pada komoditas-komoditas utama penyumbang inflasi baik melalui pemantauan SiGapura atau pun melalui sidak langsung ke lapangan.

“Berbagai kegiatan TPID untuk tetap menjamin stabilitas harga di Bali yaitu melaksanakan sidak pasar untuk memantau harga dan memastikan kecukupan stok perdagangan di pasar,” katanya.

Kepala KPw BI ini juga mengatakan, termasuk melaksanakan pasar murah yang dikoordinir oleh Disperindag dan Bulog di seluruh wilayah Bali. Selanjutnya melakukan komunikasi dengan supermarket, retail dan distributor untuk memberikan program diskon selama bulan puasa dan menjelang hari raya keagamaan.

“Dinas terkait di provinsi dan kabupaten/kota juga akan melakukan koordinasi terkait dengan penetapan kebijakan tarif tranportasi yang wajar atas angkutan udara, darat dan laut serta aturan-aturan yang mendukungnya,” ujarnya.

Selain itu juga menjamin kelancaran arus mudik dan arus barang yang masuk melalui pelabuhan Gilimanuk selama periode menjelang hari raya keagamaan. Menurutnya, Pertamina juga menjamin kelancaran pasokan BBM dan elpiji di Bali selama periode Mei dan Juni 2017. Ditambah pihak kepolisian menjamin keamanan dan kelancaran distribusi komoditas pangan dan BBM/energi, serta akan menindak tegas para oknum yang melakukan aksi spekulan atau penimbunan. (dik)

BAGIKAN