Ekonomi Melambat, BPR Dituntut Pintar Gaet Pasar

21

Denpasar (Bisnis Bali) – Di tengah melambatnya ekonomi, banyak kalangan industri perbankan menyudutkan sektor properti sebagai penyebab tingginya angka kredit bermasalah (NPL). Ternyata hal itu tidak sepenuhnya benar, karena tidak semua usaha properti terpuruk.

Direktur Utama BPR Lestari, Pribadi Budiono, Jumat (9/6) mengatakan, kunci keberhasilan BPR menekan NPL di tengah melambatnya ekonomi adalah pintar menggarap pasar. Perlambatan ekonomi tidak hanya berdampak pada sektor properti. Perlambatan ekonomi ini berpengaruh pada semua sektor ekonomi.

Hal ini mencontohkan, selama ini  bank perkreditan rakyat (BPR) di Bali antara lain banyak menggarap sektor properti. Ketika terjadi perlambatan ekonomi, sektor properti dikatakan agak lesu.

Ia menjelaskan, pada kenyataannya, ketika kondisi ekonomi mengalami terpuruk semua sektor ekonomi mengalami perlambatan. Kondisi perlambatan ini terjadi secara merata pada semua sektor bukan hanya sektor properti.

Dipaparkannya, pada sektor properti ada yang yang menghadapi kesulitan keuangan. Saat perlambatan ekonomi, tidak bisa di pungkiri masih ada juga sektor properti yang mengalami pertumbuhan. “Ini menjadi pertimbangan industri perbankan tidak bisa menyudutkan sektor properti sepenuhnya penyebab NPL tinggi seperti di BPR,” katanya.

Lebih lanjut dikatakanya, restoran  termasuk warung kelontong juga (kup)

BAGIKAN