Bambu Bermanfaat Ekonomi Baik Dibudidayakan di Lahan Tandus  

10

BAMBU merupakan jenis tanaman yang mampu tumbuh di berbagai kondisi lingkungan. Bambu juga mampu menahan 90% air hujan yang jatuh ke tanah, karena sistem perakarannya yang mampu menampung air dan menyimpannya ke dalam tanah.

Dr. Ir. Pande Ketut Diah Kencana, M.S., Ketua Puslit Bambu LPPM Universitas Udayana, memaparkan, melihat fungsi bambu tadi, budi daya bambu sangat baik dilakukan di kawasan hilir. Dengan demikian ketersediaan air sepanjang tahun akan  selalu terjaga. “Saat musim hujan bambu akan mengikat dan menahan air ke bawah tanah sehingga dapat mencegah banjir. Pada saat kemarau, ia akan menyediakan sumber air sehingga di daerah hilir tidak kekeringan,” tukasnya. Ini manfaat bambu dari segi konservasi lingkungan.

Di sisi lain bambu mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Masyarakat Bali selalu membutuhkan bambu  untuk sarana upacara. Selain itu bambu juga dapat dimanfaatkan oleh industri perumahan dan juga kerajinan.

“Di seluruh dunia ada 1.600 jenis bambu, 10 persen di antaranya ada di Indonesia. Di Bali ada 35 jenis bambu, yang memiliki manfaat yang berbeda-beda,” ucapnya. Budi daya bambu dapat memanfaatkan lahan yang tidak produktif, seperti kawasan pegunungan yang terjal dan tidak dimanfaatkan.

Budi daya bambu ini sangat menguntungkan karena sekali tanam dapat bertahan hidup dan dimanfaatkan dari sisi ekonomis hingga 100 tahun. “Peluang untuk menanam bambu ini sangat besar karena banyak lahan kritis yang bisa didesain untuk itu,” tuturnya. (pur)

BAGIKAN