Wayan Suyasa Ingatkan THR  

10

TUNJANGAN hari raya (THR) tentu saja sangat dinanti-nantikan oleh kalangan pekerja atau buruh. Karenanya, pengusaha diharapkan memberikan THR kepada karyawan atau buruh tepat waktu dan jumlah.

Hal ini dikemukakan Ketua Federasi Serikat Pekerja (FSP) Bali Kabupaten Badung Wayan Suyasa, S.H., Kamis (8/6) kemarin. “THR tentu menjadi sesuatu yang ditunggu-tunggu kalangan buruh untuk berhari raya,” ujar Ketua Komisi I DPRD Badung tersebut.

Untuk saat ini, ujar Sekretaris DPD II Golkar Badung tersebut, buruh yang beragama Islam berhak mendapat THR. Ini terkait dengan Hari Raya Idul Fitri dalam waktu dekat,” katanya.

Biasanya, ujar politisi asal Penarungan tersebut, pengusaha akan memberikan THR kepada karyawan sesuai dengan agamanya. Jika karyawan beragama Hindu, tegasnya, biasanya diberikan pada Hari Raya Nyepi atau Galungan. Karyawan Kristen diberikan THR saat Natal, sementara karyawan muslim diberikan THR pada saat Idul Fitri.

Ditanya mengenai ketentuan THR, Suyasa menyatakan, sesuai dengan Permenaker No.6 tahun 2016, pekerja dengan masa kerja minimal satu bulan, kini berhak mendapatkan THR yang besarannya dihitung secara proporsional sesuai dengan masa kerja. “Sebelumnya dalam Permenaker 4 tahun 1994, THR hanya diberikan kepada pekerja dengan masa kerja 3 bulan,” ujarnya. (sar)

BAGIKAN