Wabup Sanjaya Sampaikan Pidato Pengantar Ranperda Tentang Perubahan Perda RPJMD SB  

14
Wakil Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya menyampaikan Rancangan Peraturan Daerah tentang perubahan Peraturan Daerah Nomor 9 tahun 2016 tentang RPJMD SB.  (man)

Tabanan (Bisnis Bali) – Pidato pengantar Bupati Tabanan, yang dibacakan Wakil Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, menyampaikan Rancangan Peraturan Daerah tentang perubahan Peraturan Daerah Nomor 9 tahun 2016 tentang RPJMD Semesta Berencana ( RPJMD SB ) Kabupaten Tabanan  2016-2021 pada rapat paripurna  DPRD  Kabupaten Tabanan  di Kantor DPRD Kabupaten, Kamis (8/6).

Wabup Sanjaya  mengatakan, pertimbangan mendasar  yang melatarbelakangi  perubahan atas Perda No 9 Tahun 2016 tentang RPJMD Semesta Berencana Kabupaten Tabanan 2016-2021, pertama karena adanya perubahan kebijakan pemerintah yang tertuang dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Kedua, adanya surat edaran bersama Menteri Dalam Negeri dengan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas RI tanggal 23 Desember 2016, tentang petunjuk pelaksanaan penyelarasan RPJMD dengan RPJMN 2015-2019. Ketiga, adanya perhitungan ulang proyeksi kapasitas fiskal daerah akibat perkembangan aktual dari sumber-sumber PAD dan yang terakhir dibutuhkan  penyelarasan rumusan tujuan, sasaran dan Indikator Kinerja Utama (IKU).

Ditambahkan, dengan terbitnya Undang-Undang No  23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, yang ditindaklanjuti dengan Peraturan Pemerintah Nomor 18 tahun 2016 tentang susunan organisasi perangkat Daerah (OPD), berimplikasi terhadap terbitnya Perda Kabupaten Tabanan  Nomor 13 tahun 2016 tentang pembentukan dan susunan perangkat daerah. Perda tersebut menata ulang struktur dan eselonering perangkat daerah untuk disesuaikan dengan urusan yang menjadi kewenangan daerah.

”Penataan tersebut berpengaruh terhadap jenis, penanggung jawab urusan dan program dalam RPJMD SB yang telah diperdakan,’’ katanya. Di samping itu, untuk kebutuhan pengembaangan SAKIP(Sistem Akuntabilitas Instansi Pemerintahan) yang lebih sistematis dan berjenjang, dibutuhkan beberapa perbaikan dan penyelarasan berkenaan dengan tujuan, sasaran, dan indikator kinerja utama (IKU).

Sanjaya melanjutkan, RPJMD SB Kabupaten Tabanan 2016-2021 merupakan refleksi dari cita-cita pembangunan lima tahun mendatang yang mengganut Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana(PPNSB) yang dilaksanakan secara menyeluruh (semesta) dan Bertahap (berencana). ”Amanat utama dalam PPNSB adalah terkait dengan bidang sandang, pangan,dan papan, bidang pendidikan dan kesehatan, bidang adat, agama,dan budaya serta bidang pariwisata, termasuk regulasi, anggaran dan infrastruktur penunjang, sehingga RPJMD SB diwujudkan dalam visi Tabanan Serasi,” jelas Sanjaya. (man)

BAGIKAN