Denpasar (Bisnis Bali) – Untuk menyadarkan kembali dan memberikan efek jera kepada masyarakat yang suka membuang sampah sembarangan dan mengingatkan masyarakat akan kebersihan lingkungan dan waktu membuang sampah, yakni pada pukul 17.00 sampai 19.00 Wita, Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Denpasar terus mengadakan sidak kebersihan, yang kali ini tertangkap tangan sebanyak 25 orang pelanggar kebersihan dan langsung menjalani Sidang Yustitia tindak pidana ringan (Tipiring), yang digelar pada Kamis (7/6), di Balai Banjar Celagigendong, Kelurahan Pemecutan, Denpasar Barat.

Kali ini sidang tipiring dipimpin oleh hakim, I.G.N. Putra Atmaja, S.H., M.H., dan Jaksa, I Putu Agus Yudhy Purwata, dengan menjatuhkan sanksi denda dari Rp 200.000 sampai Rp 500.000 kepada para pelanggar. Semua pelanggar memilih membayar denda langsung di tempat, karena tidak ingin menjalani hukuman selama – lamanya tiga bulan kurungan.

Sidang Tipiring yang dilakukan DLHK Kota Denpasar ini sebenarnya merupakan kegiatan rutin yang diadakan tiap Rabu dan Jumat setiap minggunya di kantor Pengadilan Negeri Denpasar. kali ini, Sidang Yustitia diadakan di luar pengadilan, tepatnya di Banjar  Celagigendong guna terus mensosialisasikan kepada masyarakat agar masyarakat sadar dan ikut menjaga kebersihan lingkungannya sendiri.

Selain itu, untuk memasyarakatkan Perda No. 1 Tahun 2015 tentang Ketertiban Umum di Kota Denpasar. Demikian disampaikan Sekretaris DLHK Kota Denpasar, I Dewa Gede Anom Sayoga yang juga selaku Penyidik Pegawai Negeri Sipil Kota Denpasar saat di temui di sela-sela sidang.

“Pelaksanaan sidang ini bukan semata-mata untuk menghukum masyarakat, akan tetapi kami mengajak masyarakat untuk ikut memelihara kebersihan lingkungan, khususnya di Kota Denpasar dan ini juga merupakan bagian dari revolusi mental di bidang kebersihan, agar tidak lagi membuang sampah secara sembarangan,” ungkapnya.

Lebih lanjut dikatakan, pelanggar kebersihan kali ini kesalahannya  bervariasi ada yang buang sampah rumah tangga di atas trotoar secara sembarangan, ada yang membuah limbah kotoran babi ke sungai dan membuang sampah tidak pada waktunya. Hal ini sangat jelas bahwa mereka sudah melanggar Perwali No, 3 tahun 2012 penetapan jadwal pembuangan sampah yang sudah ditentukan dari Pukul 17.00 Wita hingga 19.00 Wita.

Bahkan ada masyarakat yang sengaja membuang sampah di tempat yang ada larangan untuk membuang sampah hingga mendapat teguran. Namun karena tidak dihiraukan, petugas satgas DLHK terpaksa mengambil tindakan tegas.

Sementara salah satu orang pelanggar kebersihan yang membuang sampah sembarangan di trotoar dan tidak pada waktunya, yakni Afner Kadu Tada, asal Sumatera Barat yang sudah tinggal di Denpasar selama 1 tahun sangat kaget dengan denda yang diberikan kepadanya.

Denda diberikan karena Afner secara sengaja membuang sampah secara sembarangan di atas trotoar di Jalan Anyelir dan tidak pada waktu membuang sampah. “Saya syok dengan sangsi denda yang diberikan dan malu di sidang seperti ini, saya janji tidak akan sembarangan lagi membuang sampah, saya kapok,” kata Afner.  (sta)

BAGIKAN