Eksistensi Koperasi harus Dipertahankan

16
LAUNCHING - Wali Kota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra didampingi Kadis Koperasi dan UKM Denpasar, Erwin Suryadarma me-launching pengaduan koperasi di Denpasar. (sta)

Denpasar (Bisnis Bali) – Eksistensi koperasi harus dipertahankan, bahkan terus ditingkatkan dengan menggerakkan seluruh komponen koperasi dan melibatkan semua perangkat organisasi koperasi. Pemberdayaan berbasis kolektif diyakini efektif memberikan koperasi ke titik optimal kebermaknaan bagi anggota.

“Salah satu cara mempertahankan eksistensi dengan meningkatkan kinerja koperasi. Agar pencapaian kinerja koperasi berjalan dengan baik sesuai perundang-undangan, maka diperlukan proses pengawasan terhadap operasional koperasi. Untuk tidak terjadi perbedaan pengertian tentang pelaksanaan pengawasan diperlukan pemahaman sama atas definisi pengawasan, yakni proses dalam menetapkan ukuran kinerja dan pengambilan tindakan yang dapat mendukung pencapaian,” ungkap Wali Kota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra, saat membuka Bintek Pengawasan Koperasi sekaligus launching pengaduan pengawasan koperasi berbasis teknologi informasi di Hotel Golden Tulip Denpasar, Selasa (6/6).

Ia mengharapkan, sesuai kinerja yang telah ditetapkan, pengawasan sebagai bagian dari aspek pembinaan koperasi dan bukan proses mencari kesalahan manajemen atau pengurus koperasi. Pengawasan dapat membenahi koperasi yang mulai keluar dari prinsip dan jati diri koperasi untuk dapat kembali ke jalan yang benar.

Rai Mantra mengatakan, ‎selama ini seluruh gerakan koperasi telah berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan rakyat. Oleh karena itu, koperasi harus terus mendapatkan perhatian, karena setiap koperasi ditantang untuk mampu menyatukan potensi dan kepentingan ke dalam tujuan kolektif. Dengan demikian, soliditas dalam kebersamaan menjadi modal terbesar membentuk karya-karya yang mensejahterakan, khususnya bagi segenap unsur organisasi yaitu anggota, pengurus dan pengawas serta masyarakat pada umumnya.

”Saya hanya mengingatkan kembali kepada koperasi sebagai kumpulan otonom dari orang-orang yang bertujuan memenuhi aspirasi dan kebutuhan ekonomi, sosial dan budaya melalui usaha koperasi milik bersama, kemudian wajib dikendalikan secara demokrasi dalam bingkai peraturan perundangan di bidang perkoperasian. Ini menjadi referensi bagi setiap insan koperasi dalam menginterpretasikan koperasi ke dalam aktivitasnya,” kata Rai Mantra. (sta)

BAGIKAN