Denpasar Peringati Tumpek Landep sebagai Hari Pusaka  

20
  Suasana rapat koordinasi pelaksanaan Petinget Rahina Tumpek Landep yang akan digelar Dinas Perindag Kota Denpasar. (sta)

Denpasar (Bisnis Bali) – Petinget Rahina Tumpek Landep di Kota Denpasar sampai 2016 yang lalu sudah enam kali mengangkat tentang Keris Pusaka. Tiga kali menerbitkan buku tentang Jelajah Keris Bali dan sekali pada 2016 lalu fokus pada kerajinan logam. Hal tersebut membuka refleksi pemerintah bersama masyarakat Denpasar sangat merespons, mengapresiasi dan memuliakan Keris Pusaka sebagai Warisan Budaya Dunia, sesuai dengan penghargaan UNESCO ” Keris as Masterpiece of the Oral and Intangible Heritage of Humanity ”(UNESCO, 2005).

Hal ini dikatakan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Denpasar, Drs. I Wayan Gatra, M.Si., yang didampingi Kabid Industri Logam dan Mesin, Elektronika dan Telematika dan Agro, I Nyoman Sudarsana, S.Sos.,M.Si., saat rapat koordinasi pelaksanaan Petinget Rahina Tumpek Landep di aula kantor setempat.

Menurut Wayan Gatra, ‎Kota Denpasar menjadi ibukota Propinsi Bali tengah berdinamika dalam menyongsong status sebagai kota metropolitan di 2020. Transformasi tersebut diiringi secara dinamik, sistemik menurut adagium Continuity In changes tatkala kota Denpasar tumbuh dan berkembang. Dalam sinergi Kota Pusaka, Kota Kreatif, Kota Cerdas, Kota Orange Economy sebagai Smart Creative Heritage City.

Sebagai Kota Pusaka, Denpasar dipercaya sebagai tuan rumah (Host) dari The Second OWHC Asia Pasific Strategic Meeting. Temanya “The Etabilishment of Youth Network in Asia Pasific“. Diantara sepuluh butir isi Deklarasi Denpasar sebagai output OWHC AP Strategic Meeting tersebut Tumpek Landep sebagai Hari Pusaka (Heritage Day) yang telah berkembang secara membudaya dalam masyarakat Denpasar. Bali diapresiasi dan sangat menginspirasi peserta OWHC sebagai Hari Pusaka Lokal (Denpasar, Bali) yang disepakati sebagai Hari Pusaka Regional menuju Hari Pusaka Dunia. Tumpek Landep sebagai Hari Pusaka Lokal, Regional menjadi fokus Petinget dan Sarasehan Tumpek Landep 2017.

”Dalam perspektif lokal, hari Tumpek Landep dalam masyarakat Bali meliputi enam jenis Tumpek yang tercakup secara inklusi dan sinergis. Di antaranya Tumpek Landep, Tumpek Wariga (Bubuh), Tumpek Kuningan, Tumpek Kerulut, Tumpek Uye (Kandang) dan Tumpek wayang. Konsep Tumpek memiliki tatwa, susila, upakara atau filosofi, etika sampai ritual yang bersifat holistik-sitemik-dinamik dan merepresentasikan pusaka alam, budaya, saujana,” katanya sambil menegaskan orientasi nilai-nilai keutamaan yang bersifat universal.

Seperti nilai logika, nilai etika,  nilai estetika, nilai kreatifitas, nilai solidaritas dan nilai Spriritualita yang merupakan representasi dari The Outstanding Universal Falues (UNESCO,1972). (sta)

BAGIKAN