Badung Mendapat Subsidi Elpiji 3 Kg 19.402 Metrik Ton Bentuk Tim, Pengawasan Distribusi dengan Sistem Online

26
ist KOORDINASI - Rapat koordinasi terkait subsidi elpiji 3 kg pemerintah pusat kepada Kabupaten Badung yang dipimpin Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa bersama Kadis Koperasi, UKM dan Perdagangan Ketut Karpiana di Puspem Badung, Selasa (6/6) kemarin.

Mangupura (Bisnis Bali) – Pemerintah Kabupaten Badung mendapat subsidi elpiji 3 kg 19.402 metrik ton dari pemerintah pusat untuk tahun 2017. Subsidi elpiji 3 kg ini diperuntukkan bagi keluarga rumah tangga miskin (RTM). Agar subsidi ini tepat sasaran, Pemkab Badung membentuk tim pembinaan dan pengawasan.

Untuk pengawasan akan dibuat sistem baru dengan sistem online khususnya terkait distribusi dan standardisasi harga.

Hal tersebut terungkap saat rapat koordinasi terkait subsidi elpiji 3 kg pemerintah pusat kepada Kabupaten Badung yang dipimpin Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa bersama Kadis Koperasi, UKM dan Perdagangan Ketut Karpiana di Puspem Badung, Selasa (6/6) kemarin. Rapat tersebut dihadiri Kabag Humas, Sekretaris BPMD, Satpol PP, Bagian Ekonomi, dari Polresta Denpasar dan Polres Badung, PT Pertamina Cabang Bali serta agen elpiji di Badung.
Kadis Koperasi, UKM dan Perdagangan Badung I Ketut Karpiana menjelaskan, Kabupaten Badung tahun ini mendapat kuota elpiji 3 kg dari pusat 19.404 MT. Untuk menindaklanjuti dan mengamankan distribusi tersebut telah pula dibuatkan keputusan bersama Menteri Dalam Negeri dan Menteri ESDM dan seluruh kabupaten/kota harus membentuk tim. Unsur dari tim tersebut juga sudah diberikan dan untuk di Badung sebagai penanggung jawab adalah Bupati Badung, pengarah Wakil Bupati, Ketua Sekretaris Daerah, Wakil Ketua Kepala Bappeda dan Sekretaris BPMD. Anggota terdiri atas unsur SKPD terkait, dari Kepolisian, badan usaha penyedia (Pertamina) serta pendistribusi (agen). Pembentukan tim ini akan melakukan pembinaan, sosialisasi sekaligus pengawasan terkait pendistribusian elpiji bersubsidi agar tepat waktu, tepat volume, tepat harga dan tepat sasaran. “Tim ini akan mengawasi pendistribusian elpiji agar tepat sasaran dan jangan sampai tidak diterima oleh masyarakat yang berhak serta tidak terjadinya penyelewengan dioplos, maupun didistribusikan ke daerah lain,” jelasnya.
Wabup Suiasa menekankan, rapat ini sebagai tindak lanjut keputusan bersama dua menteri terkait pembinaan dan pengawasan elpiji tertentu. Rapat ini juga sebagai upaya meningkatkan koordinasi menyeluruh dan komprehensip khususnya mengenai elpiji sehingga terbangun sinergi yang baik.

Suiasa mengharapkan sinergi tripartit antara pemerintah, penyedia dan pendistribusi serta penegak hukum terus ditingkatkan. “Kita harus memperkuat sinergitas, komunikasi dan koordinasi serta mempertajam hubungan tripartit ini sehingga mampu mencegah terjadinya kegiatan pengoplosan elpiji di Badung,” tegasnya.
Terkait dengan pembentukan tim ini, diharapkan setelah ditetapkan dengan SK Bupati dapat melaksanakan tugas pembinaan dan pengawasan pendistribusian subsidi elpiji 3 kg kepada masyarakat. Tentunya selalu memonitor persediaan, pendistribusian dari Pertamina ke agen, dari agen ke pangkalan serta pengawasan lapangan mengenai standarisasi harga dan mutu. Untuk itu dibutuhkan sistem yang baik dengan menggunakan sistem online dengan konekting antara Pemkab Badung-Pertamina-agen-pangkalan. Dengan terbangunnya sistem ini dapat dijamin pendistribusian tepat sasaran. “Dengan sistem online ini akan menjamin semua pihak akan benar-benar mampu menjalankan tugasnya dengan baik,” tegasnya.
Sementara Rawier Gultom perwakilan dari PT Pertamina Cabang Bali menyampaikan terima kasih dan apresiasi terbentuknya Tim Pembina dan Pengawasan terhadap pendistribusian subsidi elpiji 3 kg ini. Termasuk sangat sepakat dengan penggunaan sistem online dalam mendukung pengawasan. “Kami siap dan komit mendukung sistem online ini karena secara online sudah ada secara nasional,” jelasnya. Ditambahkan, dilihat dari realisasi per bulan Mei ini berdasarkan pendistribusian 8.084 sudah dapat terealisasi 8.100. Kondisi ini berada pada batas sangat normal dan masih terkontrol dengan baik. “Dari subsidi kuota sebanyak 19.402 metrik ton akan mampu terealisasi 19.435 ton lebih di tahun 2017 ini,” tambahnya. (ad 1.094)

BAGIKAN