Waspada, Takjil Mengandung Bahan Berbahaya Mengancam

9

Hingga kini kandungan bahan makanan berbahaya pada makanan masih menjadi ancaman, khususnya pada momen puasa seiring meningkatnya permintaan dan penjualan makanan dan minuman di pasaran. Kandungan berbahaya apa saja yang harus diwaspadai konsumen pada makanan?

MENINGKATNYA kebutuhan sejumlah penganan buka puasa, menarik perhatian sejumlah kalangan untuk mencoba keberuntungan bisnis dengan menawarkan beragam sajian kuliner maupun minuman. Itu dilakukan dengan cara meningkatkan jumlah produksi usaha dari biasanya, hingga membuka lapak-lapak yang biasanya dilakukan oleh beberapa kalangan pebisnis dadakan dengan memanfaatkan sejumlah ruas jalan di pusat keramaian kota.

Ironisnya, hingga saat ini tidak semua kalangan pelaku usaha ini sadar dengan menggunakan bahan baku campuran makanan yang aman pada sejumlah penganan buka puasa. Buktinya, ada saja sejumlah pedagang yang masih menggunakan campuran bahan kimia dengan berbagai peruntukan. Bercermin dari kondisi tersebut, konsumen harus selalu bersikap waspada dalam membeli penganan buka puasa ini.

Kepala Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Denpasar, Dra. Endang Widowati mengungkapkan, hingga kini kandungan bahan kimia pada makanan masih tetap perlu diwaspadai konsumen, termasuk juga pada makanan buka puasa yang mulai banyak ditawarkan di pasaran sekarang ini. Bercermin dari kondisi itu, BBPOM Denpasar telah meningkatkan pengawasan pangan selama Ramadhan dan menjelang Idul Fitri nanti.

“Pengawasan tersebut meliputi distributor untuk pangan olahan yang dikemas dan berlabel, hingga ke kalangan pelaku usaha retail dan pedagang penganan dadakan momen puasa,” tuturnya.

Jelas Endang, awalnya pengawasan dilakukan di tingkat disteibutor untuk pangan yang dibungkus atau berlabel. Harapannya, bila distributornya aman terhadap peredaran makanan yang mengandung bahan berbahaya, di tingkat pengecer tentunya juga akan aman. Berikutnya, pengawasan dilanjutkan ke tingkat retail atau pedagang eceran. Pengawasan dilakukan di pasar tradisional dan pedagang takjil yang keberadaannya makin marak  di pasaran. (man)

BAGIKAN