Katut Celup Alam, Tingkatkan Penjualan Kain Tenun Songket Bali  

22
Salah satu motif kain songket katut yang menjadi kegemaran masyarakat. (wid)

Denpasar (Bisnis Bali)- Harga kain tenun songket Bali yang cenderung mahal, membuat pemasaran songket meredup beberapa tahun terakhir ini. Hal ini juga dikarenakan banyaknya persaingan kain songket tiruan seperti print hingga bordir yang menawarkan harga jauh lebih murah. Namun demikian, pemasaran kain tenun songket mulai melejit kembali, dengan adanya songket katun dengan celupan warna alam.

Salah seorang pemilik butik, Rhea Cempaka, di Denpasar, baru-baru ini mengatakan, dengan celupan alam, kain songket katun menjadi lebih lentur yang menyerupai songket sutra yang digemari masyarakat. “Dulu songket katun memiliki tekstur yang kaku, sehingga tidak banyak masyarakat yang suka. Dengan kombinasi celup alam membuat songket katun saat ini menjadi lentur dan menarik minat masyarakat,” katanya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, songket sutra yang memiliki sifat lentur, namun harga yang ditawarkan cukup tinggi, sehingga kemampuan masyarakat untuk membelinya minim. Dengan demikian, tekonologi celup alam yang membuat sifat kain songket katun tidak jauh beda dengan kain songket sutra digemari yang menawarkan harga yang lebih murah.

“Harga kain songket sutra itu bisa sampai puluhan juta, namun untuk kain songket katun, harganya berkisar  Rp 900.000 hingga Rp 2 juta per potong. Hal ini membuat kain songket mampu dimiliki masyarakat kebanyakan,” ungkapnya.(wid)

BAGIKAN