Sempat tak Beroperasi, LPD Banyualit Kecamatan Buleleng Bangkit Lagi  

11
Paruman Kelian Desa Pakraman Banyualit bersama dengan ratusan krama dalam upaya membangkitkan kembali LPD yang sempat mati suri. (ira)

Singaraja (Bisnis Bali) – Setelah sempat tidak beroperasi pada 2013 lalu, LPD Desa Pakraman Banyualit, Kecamatan Buleleng sepakat dibangkitkan kembali untuk membangun ekonomi kerakyatan di Desa Pakraman Banyualit. Sebagai patokan, momen hari Kesaktian Pancasila dipilih sebagai hari kelahiran LPD Desa Pakraman Banyualit sekaligus menggelar paruman bersama dengan ratusan krama desa di Pura Desa Pakraman Banyualit  pada Kamis 1 Juni 2017. Adapun inisiatif dibangkitkannya kembali LPD ini, muncul dari  Klian Desa Pakraman Banyualit, Jro Ketut Widarta bersama dengan ratusan krama.

Dikatakannya, LPD Desa Pakraman Banyualit yang berdiri pada 1992 ini mulai tidak jalan  pada 2012 silam, kini akan mulai beroperasi atau bangkit kembali pada 8 Juni 2017. Tidak lain tujuan dibangkitkannya kembali, merupakan upaya untuk membentuk pondasi agar dapat menyokong perekonomian, hal itu dapat dibuktikan dari peran LPD yang diharapkan tatkala banyaknya kegiatan adat di Desa Pakraman itu sendri. “LPD ini harus dibangun kembali, karena merupakan lumbung Desa Pakraman untuk dapat membangun perekonomian Desa Pakraman. Tanpa LPD, saya yakin Desa Pakraman tidak jalan, jika tidak adanya LPD karena banyak kepentingan untuk kegiatan keagamaan baik Nyepi, Galungan, Kuningan dan masih banyak lagi yang memerlukan keberadaan LPD,”jelasnya.

Dikatakannya, seluruh aset yang dimiliki LPD sebelumnya itu akan diakomodir kembali setelah terkumpulnya dana. Bahkan, warga masyarakat di Desa Pakraman yang dulunya sebagai pencari kredit akan dikembalikan dengan kemudahan tanpa bunga.  “Saya akan mencoba penataan aset itu jelas, baik dari bagian deposito, kredit , tabungan masing masing ada tim ,dengan tim ini seluruh aset lama akan diakomodir dan tidak ada hubungannya dengan aset yang baru,”tegasnya. Pihaknya juga akan segera membahas terkait pembuatan awig awig Desa Pakraman, sebagai pedoman bagi krama yang mencari dana agar taat dalam pengembalian kredit. “Kami akan ikat dengan awig awig,  khusus awig awig di Desa Pakraman siapa yang tidak membayar tentu akan dikenakan sanksi awig awig, dan secepatnya akan di bahas,”ungkapnya.

Sementara itu menurut Ketua Lembaga Pemberdayaan – Lembaga Perkreditan Desa (LP – LPD) Kabupaten Buleleng, Gede Seniara ,S.E mengungkapkan ,  membangkitkan kembali LPD yang mati suri khususnya di Kabupaten Buleleng adalah, menjadi keinginanya sejak dahulu. Perlahan tetapi pasti, tahap demi tahap dilalui agar satu persatu LPD yang kategorinya tidak sehat atau mati suri mampu bangkit kembali seperti LPD Desa Pakraman Banyualit ini. “Sebenarnya dari dulu kami sudah berkeinginan mebangkitkan kembali LPD, ini baru tahap pertemuan yang ke tiga, akan tetapi  sudah membuahkan hasil, itu berarti keinginan masyarakat di Desa Pakraman Banyualit sangat tinggi, terbukti apa yang disampaikan oleh kelian Desa Pakraman sudah mendapat respons yang  baik dan luar biasa,”ungkapnya. Pihaknya menyarankan kepada Kelian Desa Pakraman, agar memberikan buku tabungan kepada seluruh warga masyarakat di Desa Pakraman Banyualit yang jumlahnya kurang lebih 500 KK itu. “Diharapkan agar diberikan buku tabungan, adapun kewenangannya di isi atau tidak itu urusan krama, itu bukti nyata sudah berpartisipasi  dalam pembangunan di Desa Adat,” tegasnya.

Selaku pembina LPD, pihaknya mempunyai pemikiran dengan dihidupkannya kembali LPD di Desa Banyualit artinya desa itu sendiri sudah memiliki bendungan uang, oleh karena itu diaharapkan agar memanfaatkan fasilitas yang sudah disediakan oleh desa adat berupa LPD ini.

“Kami sudah memberikan contoh awig awig tentang LPD semoga bisa dilaksanakan, dengan adanya awig – awig apabila  ada yang melakukan penyimpangan agar bisa dijadikan pendoman untuk menangani nasabah atau krama yang bersangkutan, sehingga betul – betul memberikan kesejahteraan bagi krama desa,”tegasnya. Bahkan sesuai dengan tugasnya, Gede Seniara berjanji, akan  memperjuangkan terkait pengajuan dana untuk LPD Desa Pakraman Banyualit sebesar Rp50 juta ke Provinsi Bali, dimana yang diawali dengan proposal dari LPD Desa Pakraman Banyualit itu sendiri, dengan itu LPD mampu berkembang lagi dan lebih baik. (ira)

BAGIKAN