BPR Perkuat Fungsi Intermediasi

16
Layanan BPR ke masyarakat termasuk edukasi ke pelajar guna menggaet DPK. (kup)

Gianyar (Bisnis Bali) – Bank perkreditan rakyat (BPR) harus memperkuat pelaksanaan fungsi intermediasi. Bendahara DPK Perbarindo Gianyar, Made Suweca, Jumat (2/6) mengatakan, memperkuat pelaksanaan fungsi intermediasi BPR harus diperkuat dengan penggaetan dana pihak ketiga (DPK).

Dirut BPR Eka Ayu Artha Buana ini mengungkapkan, BPR memang diberikan peluang menggunakan dana DPK dan linkage bank umum. Dalam menyalurkan fungsi intermediasi, BPR tentunya wajib mengoptimalkan pemanfaatan DPK untuk disalurkan dalam bentuk kredit.

Ia menjelaskan, BPR harus bisa memediasi dana masyarakat. Sesuai fungsi mediasi, BPR wajib menggaet dana masyarakat dalam bentuk DPK selanjutnya menyalurkan kembali ke masyarakat dalam bentuk kredit.

Dipaparkannya, kalau menggunakan dana DPK BPR bisa betul-betul memfasilitasi masyarakat yang kelebihan dana dan masyarakat yang kekurangan dana. Ini artinya, masyarakat kelebihan dana dimanfaatkan BPR membantu masyarakat yang membutuhkan dana terutama untuk permodalan usaha.

Lebih lanjut dikatakannya, dana lingkage dan DPK tentu memiliki perbedaan dari sisi bunga. Deposito paling maksimal bunga 8,75 persen.(kup)

BAGIKAN