BEE 2017, Ajang Unjuk Kreativitas  dan Pemerataan Pendidikan Juga Lestarikan Seni Budaya dan Tradisi

17
Buleleng Education Expo (BEE) 2017 resmi dibuka Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana, ST., di Gedung Kesenian Gde Manik, Singaraja. (ira) 

Singaraja (Bisnis Bali) – Ajang tahunan Buleleng Education Expo (BEE) 2017 kembali digelar. Kegiatan yang sudah memasuki tahun kedua ini resmi dibuka Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana, ST., di Gedung Kesenian Gde Manik, Singaraja.

Pembukaan ini juga dimeriahkan dengan berbagai hiburan tradisional dan modern.

Bupati Agus Suradnyana mengungkapkan, BEE ini merupakan wahana untuk menunjukkan sesuatu yang inovatif dan kreatif yang dilakukan di sekolahnya. Melalui BEE ini juga diupayakan untuk pemerataan edukasi di seluruh jenjang di Kabupaten Buleleng.

“BEE ini sangat bagus. Ajang ini juga bisa dijadikan promosi sekolah-sekolah mengenai apa hal inovatif dan kreatif yang sudah dilakukan di sekolahnya,” ungkapnya.

Mengenai perbedaan BEE 2017 dengan BEE 2016, Bupati asal Desa Banyuatis, Kecamatan Banjar ini mengatakan, yang terpenting adalah progress ataupun kemajuan dari suatu kegiatan. Bukan hanya BEE, kegiatan lainnya juga di Kabupaten Buleleng mengalami kemajuan tiap tahunnya. Dirinya mencontohkan Buleleng Festival. Saat ini, Buleleng Festival meraih delapan nominasi penghargaan di Jakarta. “Yang terpenting progress. Harus ada kemajuan tiap tahunnya dalam even-even yang diselenggarakan,” ujar Agus Suradnyana.

Sementara itu, menurut Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Buleleng, Drs. Gede Suyasa, M.Pd., penekanan dalam BEE kali ini adalah eksplorasi dan informasi kepada masyarakat tentang eksistensi serta perkembangan dunia pendidikan di Buleleng. Ajang ini juga sebagai ruang para siswa di sekolah untuk berkompetisi secara sehat. Paling tidak, kalau siswa memasuki jenjang yang lebih tinggi, mereka sudah siap. (ira) 

BAGIKAN