Baki Debet KUR Rp 3,2 T NPL 0,53 Persen  

20

Denpasar (Bisnis Bali) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 8 Bali-Nusa Tenggara, mencatat total baki debet Kredit Usaha Rakyat (KUR) per 30 April 2017 dari 5 bank penyalur KUR mencapai Rp 3,212 triliun dengan rasio NPL 0,53 persen. Penyaluran KUR terbesar di Bali disumbang sektor perdagangan sebesar 66 persen dengan NPL 0,61 persen.

“Kemudian disusul sektor pertanian 12,96 persen dengan NPL 0,17 persen, dan sektor industri pengolahan 6,98 persen dengan NPL 0,24 persen,” kata Kepala OJK Regional 8 Bali Nusra, Zulmi di Renon, Jumat (2/6) kemarin.

Menurut Zulmi, hingga 29 Mei terdapat lima bank penyalur yang sudah menyampaikan realisasi KUR posisi 30 April 2017 yaitu BNI, BRI, BRI Syariah, Bank Mandiri, dan BPD Bali. Dari laporan tersebut menunjukkan penyaluran KUR Bali masih terkonsentrasi di wilayah Denpasar mencapai 23,62 persen. Berdasarkan data OJK Regional 8 Bali-Nusra, baki debet KUR di Bali pada April 2017 terbesar adalah Denpasar mencapai lebih dari Rp 758 miliar. Disusul Tabanan lebih Rp 423 miliar, Buleleng lebih Rp 384 miliar, Gianyar lebih Rp 381 miliar, Badung lebih Rp 375 miliar, Jembrana lebih Rp 266 miliar, Karangasem lebih Rp 285 miliar, Klungkung lebih Rp 173 miliar, dan Bangli lebih Rp 155 miliar. Sedangkan Mataram lebih Rp 8,5 miliar.

“Denpasar tertinggi karena memang terdapat banyak sekali UKM di wilayah ini. Sentra ekonomi dan usaha kecil banyak dibiayai bank di Denpasar,” jelasnya.

OJK berharap penyaluran KUR hingga akhir 2017, bisa merata di seluruh daerah di Bali serta tepat sasaran untuk sektor produktif di hulu. Zulmi pun optimis target penyaluran KUR ini bisa tercapai pada akhir tahun dengan banyak mengarah ke sektor produktif seperti pertanian, peternakan, dan sektor hulu lainnya. (dik)

BAGIKAN