Kredit Tumbuh, NPL masih Tinggi  

33

Denpasar (Bisnis Bali) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 8 Bali-Nusa Tenggara mencatat total perkembangan kredit perbankan (bank umum, bank syariah dan BPR) pada triwulan I 2017 mengalami pertumbuhan mencapai 1,10 persen (ytd) atau Rp 856 miliar. Namun, rasio kredit bermasalah atau nonperforming loan (NPL) masih bertengger tinggi.

“Hingga Maret 2017 total rasio NPL bank umum dan BPR 3,20 persen lebih besar dibandingkan Desember 2016 mencapai 2,42 persen dan lebih besar dari Maret 2016 menyentuh 2,60 persen,” kata Kepala OJK Regional 8 Bali-Nusra, Zulmi di Renon, Rabu (31/5) malam.

Ia mengatakan, bila dirinci secara per item rasio NPL untuk bank umum hingga Maret 2017 menembus  2,71 persen lebih tinggi 0,61 persen (ytd) dari Desember 2016 yang berada pada 2,11 persen, bahkan lebih tinggi 0,32 persen (yoy) dibandingkan Maret 2016 yang menyentuh 2,39 persen. Begitu pula untuk NPL bank syariah pada Maret 2017 berada pada 3,43 persen lebih tinggi dari Maret 2016 yang berada di posisi 1,77 persen.

“Paling tinggi NPL BPR pada Maret 2017 berada di 6,71 persen atau lebih tinggi 1,80 persen (ytd) dibandingkan Desember 2016 yang tercatat 4,91 persen dan 2,44 persen (yoy) dibandingkan Maret 2016 menembus 4,27 persen,” ujarnya.

Menurut Zulmi, salah satu penyebabnya karena masih banyak bank menyalurkan kredit ke sektor jenuh seperti sektor properti dan turunannya. Ini menjadi penyebab utama karena sebagian kredit yang disalurkan ke sektor-sektor yang dulunya sudah jenuh dan sisanya kini mulai bermasalah. Properti di sini bukan hanya disumbang dari perumahan, namun juga dari toko semen, toko besi, toko pasir dan sebagainya terkena imbas.

“Intinya karena banyak bangunan tidak terjual, sehingga turunannnya ini juga terkena imbas,” jelasnya.

Sektor lainnya masih cenderung stabil. Ia juga mengakui, perlambatan ekonomi nasional menjadi salah satu penyumbang NPL perbankan seiring turunnya daya beli masyarakat akibat kenaikan harga dan sebagainya. “Untuk itu OJK akan fokus pada NPL tahun ini agar bisa turun,” ungkapnya. (dik)

BAGIKAN