BUDI DAYA bunga mawar ternyata sangat menjanjikan keuntungan besar. Terbukti dalam sebulan, petani dapat meraup keuntungan hingga Rp 25 juta, apalagi saat ini belum banyak petani yang membudidayakan bunga mawar.

I Wayan Nyarka, petani dari Desa Pengotan Kabupaten Bangli menuturkan, saat berkunjung ke Lembang, Bandung ia terpesona melihat hamparan kebun bunga. “Sepanjang jalan, saya melihat kebun bunga mawar. Saya merasa tertarik karena cuaca di Lembang hampir sama dengan desa saya Pengotan,” tuturnya.

Dari kunjungan ke Lembang tersebut, ia akhirnya mencari  ilmu dari sejumlah petani yang sukses membudidayakan mawar dan akhirnya ia memutuskan untuk membudidayakan bunga mawar.

Awal mulai budi daya Nyarka menanam 10 ribu bibit bunga mawar jenis Holland yang didatangkan langsung dari Lembang. Dengan harga bibit Rp 8.000 per pohon, namun karena pengiriman jarak jauh hampir 50% bibit terancam mati. Untuk budi daya mawar ini harus menggunakan green house.

“Sebelum menanam bibit, kita harus membuat bedengan setinggi satu meter di dalam green house dengan menggunakan campuran tanah dan pupuk kandang. Baru kemudian bibit ditanam,” ucapnya.(pur)

BAGIKAN