BI Bali Siapkan Uang Kartal Rp 5,01 Triliun  

22

Denpasar (Bisnis Bali) – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Bali memproyeksikan kebutuhan uang tunai oleh masyarakat di Pulau Dewata (outflow) menjelang Hari Raya Idul Fitri 2017 mencapai Rp 3,17 triliun. Proyeksi tersebut  terdiri atas uang pecahan besar (UPB) Rp 2,98 triliun dan uang pecahan kecil (UPK) Rp184 miliar.

Kepala KPw BI Bali Causa Iman Karana di Sanur, Kamis (1/6) kemarin mengatakan, proyeksi outflow ini meningkat dari 11,8 dari tahun sebelumnya mencapai Rp 2,84 triliun. Kenaikan outflow tersebut oleh dipengaruhi beberapa faktor, yaitu rangkaian hari libur Lebaran yang bertepatan dengan pembayaran gaji bagi PNS/TNI/Polri dan jumlah hari libur yang lebih banyak sembilan hari dibandingkan pada 2016 hanya enam hari serta adanya uang rupiah TE 2016.

“Guna mendukung pemenuhan kebutuhan uang tunai tersebut, KPw BI Bali telah menyiapkan persedian uang kartal Rp 5,01 triliun yang terdiri atas UPB Rp 4,63 triliun dan UPK mencapai Rp 378 miliar,” katanya.

Menurut Pak Cik, begitu ia biasa disapa, persediaan tersebut  meningkat 12,8 persen dari tahun sebelumnya mencapai Rp 4,44 triliun. Sementara guna mendukung konsistensi implementasi service culture kepada masyarakat sebagai pengguna uang kartal, KPw Bl Bali bersama perbankan akan mempersiapkan beberapa langkah strategi pemenuhan uang rupiah kepada masyarakat menjelang Hari Raya Idul Fitri 1438 H, antara lain melalui peningkatan jumlah dan sebaran loket layanan pemenuhan uang rupiah kepada masyarakat baik melalui program card to cash, back to cash maupun penukaran dan optimalisasi kegiatan kas keliling bersama perbankan.(dik)

BAGIKAN