Hindari Makanan Berwarna Mencolok

22
DAGANGAN - Salah seorang penjual es, di Kampung Jawa, Jalan A.Yani Selatan, terlihat sedang menyiapkan dagangannya. (wid) 

Denpasar (Bisnis Bali) – Bulan Ramadhan identik dengan  makanan seperti kolak, sirup, es buah, hingga ragam kuliner jajanan pasar seperti kue-kue manis dan lainnya.  Terkait hal tersebut, Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) di Denpasar menghimbau masyarakat agar  cermat memilih produk, dengan tidak memiliki warna mencolok.

Kepala BBPOM  di Denpasar, Endang Widowati  mengatakan, makanan dengan warna mencolok biasanya mengandung rhodamin B atau pewarna tekstil. Dengan demikian, dia mengimbau masyarakat tidak memilih makanan dengan warna mencolok. “Selain melihat dari segi warna, kami harapkan juga  masyarakat memilih produk dengan melihat kebersihan  makanan,” katanya di sela-sela sidak takjil di Kampung Jawa, Jalan A.Yani Selatan, Senin (29/5) lalu.

Rodamin B tersebut perlu diwaspadai karena biasanya digunakan untuk pakaian. Penggunaan bahan  tersebut dapat membahayakan kesehatan konsumen apabila digunakan untuk makanan atau minuman. “Memang kalau dampaknya tidak bisa kelihatan secara langsung, akan tetapi dampak dari mengkonsumsi makanan yang mengandung bahan-bahan berbahaya dapat dirasakan 5-10 tahun kemudian,” tegasnya.

Untuk produk  atau makanan yang sudah dalam kemasan, pihaknya mengimbau masyarakat untuk memperhatikan  tanggal kedaluwarsa. Selain itu juga kemasan dan izin edar. (wid)

BAGIKAN