Kerajinan Songket Jadi Warisan Budaya  

20
para perajin tenun ikat songket di Desa Jineng Dalem Buleleng. (ira)

Singaraja (Bisnis Bali) – Songket memiliki motif-motif tradisional yang sudah merupakan ciri khas budaya wilayah penghasil kerajinan seperti Kabupaten Buleleng. Meskipun berasal dari kerajinan tradisional, industri songket merupakan kerajinan yang terus hidup dan dinamis.

Para perajin songket terutama di Buleleng kini berusaha menciptakan motif-motif baru yang lebih modern dan pilihan warna-warna yang lebih lembut seperti pewarna alam. Hal ini sebagai upaya agar songket senantiasa mengikuti zaman dan digemari masyarakat.

Seperti di salah satu industri rumah tangga tenun ikat songket khas Buleleng, di Desa Jineng Dalem, hingga ini perajin songket masih tetap bertahan di tengah zaman yang sudah modern. Meski sudah banyak serbuan berbagai songket kw, namun pangsa pasar songket tetap baik bahkan meski memiliki nilai jual tinggi tenun ikat songket tetap diburu pembeli, hal itulah yang menjadi salah satu pendorong bagi para perajin tenun songket bertahan hingga kini.

Perajin tenun songket yang didominasi para ibu – ibu ini melakukan aktivitas menenun dengan sangat teliti demi menghasilkan songket yang berkualitas. Mulai dari proses pemintalan benang sutra yang sudah diberikan perwarna, baik alami atau sintetis (ngeliing-red) secara manual, dengan alat sederhana proses pemintalan benang dilakukan secara perlahan agar benang tidak putus.

Setelah itu proses selanjutnya adalah penenunan, dengan menggunakan alat tenun yang masih sangat tradisional atau yang lebih dikenal dengan nama cag-cag, para perajin memasukkan benang dengan tingkat kehati – hatian yang tinggi sesuai dengan motif kain tenun ikat songket yang akan dibuat atau sesuai permintaan. (ira)

BAGIKAN