BUDI DAYA pepaya yang sedang banyak dilakukan petani saat ini adalah pepaya California. Namun berbeda dengan petani di Desa Payangan, Kecamatan Marga, Tabanan, yang memilih membudidayakan pepaya lokal namun dengan kualitas unggul.

Pepaya unggul ini merupakan komoditas terbaik yang bisa dikembangkan di Kecamatan Marga. “Saya pernah mencoba jenis pepaya Thailand, namun tidak cocok dengan tanah di sini sehingga hasilnya tidak memuaskan. Berbeda dengan pepaya unggul yang dapat tumbuh subur dan memberikan keuntungan besar,” tutur I Wayan Sujana, petani di Desa Payangan, Kecamatan Marga, Tabanan.

Sujana menuturkan, ia membudidayakan pepaya unggul di lahan 20 are. Ia membeli bibit yang telah berdaun empat seharga Rp 1.500 per pohon. Dengan jarak tanam 2 meter untuk di areal sawah, ia bisa menanam 100 pohon. Untuk menanam pepaya terlebih dahulu harus disiapkan lobang dengan ukuran 150 cm x 150 cm dengan kedalaman 45 cm. Kemudian berikan pupuk kandang dan biarkan selama 1-2 minggu. Timbun kembali lubang dengan tanah sampai seminggu sebelum penanaman bibit pepaya. Hal ini untuk membuat mikroorganisme yang merugikan mati di dalam tanah.

Untuk mulai penanaman, seminggu sebelum penanaman,  harus digali lobang lagi agar mendapat sinar matahari. Baru kemudian tanam pepaya, namun jangan terlalu dalam karena bisa merusak akar pepaya yang lemah. Cara menanam yang benar adalah polybag disobek di pinggirnya dan plastik dibuang. Jangan memegang bibit pada batangnya karena mudah sekali patah.

Jika sudah tertanam, sirami dengan air agar pepaya unggul ini bisa cepat adaptasi dan tumbuh. “Penyiraman secara rutin harus dilakukan terutama saat cuaca panas. Setelah cukup besar, pemupukan harus dilakukan lagi,” tandasnya. Pepaya akan berbuah setelah 7 bulan. (pur)

BAGIKAN